TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit untuk rakyat dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp400 triliun guna memperkuat ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 22 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi keberhasilan pembentukan TPAKD di seluruh tingkatan pemerintahan yang dinilai menjadi fondasi penting kelembagaan keuangan di daerah.
(Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat berpidato dalam Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. [Foto: YouTube Setpres])
"Bahwa pada akhir tahun 2024, TPAKD telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Ini suatu pencapaian kelembagaan yang perlu kita hargai dan kita banggakan. Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini. Saya juga mendapat laporan ada perwakilan penerima manfaat dari berbagai sektor, dari pengemudi online, petani, nelayan, pedagang, dan juga dari para santri," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi nasional yang sesungguhnya harus dapat dirasakan secara riil oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru tanah air.
"Saudara-saudara sekalian, kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata. Oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya," tegasnya.
Menurut Presiden, peningkatan kesejahteraan rakyat dan daya beli masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional.
"Saudara-saudara sekalian, garis ekonomi kita harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara ril harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan, ini garis kita, ini strategi kita," jelasnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan pentingnya penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam nasional secara mandiri oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah demi mendukung ketahanan ekonomi.
"Saudara-saudara sekalian, dan kunci daripada keberhasilan ini semua adalah bahwa pemerintah kita dari pusat sampai daerah harus menguasai, harus mengamankan, harus menjaga kekayaan Indonesia, Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita," tambahnya.
Mengenai capaian penyaluran pembiayaan, Presiden Prabowo mendorong agar penyaluran kredit untuk rakyat dilakukan lebih masif dengan target pencapaian yang jauh lebih besar di masa mendatang.
"Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, dan kita juga akan lebih massif lagi. Tadi saya lihat, penyaluran kurang lebih 53 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya, 2 juta warga kita di tahun yang akan datang," ungkapnya.
Ke depan, pemerintah menargetkan lonjakan penyaluran pembiayaan hingga ratusan triliun rupiah yang ditujukan kepada puluhan juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
"Rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan dan di daerah-daerah terpencil dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah. Ini nanti sasarannya adalah kurang lebih 40 berapa? 28 juta keluarga. 28 juta keluarga, kalau dengan istri dan anak itu berarti kali empat, kurang lebih 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang. Tetapi kalau kita bisa mengamankan sumber-sumber alam kita yang sangat luar biasa, berarti kemampuan kita akan lebih, saudara-saudara. Kemampuan kita akan lebih," pungkas Presiden Prabowo.










