TVRINews, Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) melalui penguatan Unit Pelaksana Teknis (UPT), peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan inovasi layanan di berbagai daerah.
Upaya tersebut menjadi fokus dalam rangkaian audiensi dan inspeksi UPT BMKG di Provinsi Lampung yang dilaksanakan pada 24–25 Mei 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, didampingi Plt. Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani, serta jajaran pejabat tinggi pratama BMKG.
Rangkaian kegiatan meliputi audiensi bersama seluruh UPT BMKG Provinsi Lampung, inspeksi alat operasional utama (aloptama), peninjauan radar cuaca, hingga kunjungan ke Maritime Automatic Weather Station (MAWS) di Pelabuhan Panjang.
Dalam arahannya, Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Lampung memiliki posisi strategis karena didukung kelengkapan layanan BMKG, mulai dari Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi, Stasiun Maritim, hingga Stasiun Geofisika dalam satu wilayah.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat layanan BMKG sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
“Di Provinsi Lampung ini infrastrukturnya sangat ideal. Ada Stasiun Meteorologi Penerbangan, Maritim, Klimatologi, dan Geofisika yang menjadi kekuatan penting dalam mendukung layanan BMKG,”ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2026.
BMKG saat ini, lanjutnya, terus melakukan evaluasi dan penguatan fungsi UPT agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan. Setiap kebijakan, kata dia, harus berbasis kajian dan kebutuhan nyata di lapangan.
Ia juga menyoroti peran strategis Stasiun Meteorologi Maritim Lampung yang melayani kawasan pelabuhan dan jalur pelayaran penting, termasuk lintasan Merak–Bakauheni serta sejumlah pelabuhan di wilayah Lampung.
“Stasiun Maritim Lampung memiliki posisi yang sangat strategis. Layanannya penting untuk keselamatan transportasi laut dan mendukung aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Selain penguatan layanan, BMKG juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah, termasuk sektor perkebunan, industri gula, hingga potensi energi panas bumi. Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan informasi cuaca dan iklim untuk mendukung aktivitas pembangunan.
“Kami melihat Lampung memiliki potensi besar. Kolaborasi dengan stakeholder harus terus diperkuat agar layanan BMKG semakin bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Andri Ramdhani menjelaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan layanan BMKG ke depan, mencakup penguatan SDM, sarana prasarana, alat operasional, diseminasi informasi, hingga inovasi layanan.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antarbidang dan antarlembaga dalam mendukung layanan informasi cuaca dan iklim yang lebih terintegrasi, terutama untuk sektor pertanian, pelayaran, dan transportasi.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan BMKG juga meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari taman alat dan ruang operasional Stasiun Klimatologi Lampung, gedung radar cuaca, Stasiun Meteorologi Radin Inten II, hingga Stasiun Meteorologi Maritim Lampung dan perangkat MAWS di Pelabuhan Panjang.
Selain agenda teknis, kegiatan juga diisi diskusi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG terkait penguatan peran keluarga besar BMKG dalam mendukung pelaksanaan tugas di daerah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BMKG berharap penguatan koordinasi, inovasi layanan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan sehingga layanan informasi MKG semakin akurat, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat.










