TVRINews, Jakarta
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar kegiatan Jamuan Rakyat di Aula Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa 18 Agustus 2026. Kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI ini dilaksanakan serentak di 40 titik permukiman padat penduduk di DKI Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos berdialog langsung dengan masyarakat serta menyerahkan bantuan paket sembako.
"Alhamdulillah, Jamuan Rakyat yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden bisa berjalan dengan baik hari ini ya. Saya salah satu yang ditugaskan untuk bisa silaturahmi dengan warga di sini. Saya melihat suasana gembira, rukun, guyub," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas peringatan kemerdekaan sekaligus komitmen pemerintah untuk menghadirkan perayaan yang dekat dengan masyarakat.
"Ini adalah suatu modal besar kita untuk menuju Indonesia yang lebih berdaulat, yang lebih adil, yang lebih makmur. Itulah harapan kita," ujarnya.
Rangkaian acara Jamuan Rakyat diisi dengan bazar, penyediaan makanan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian paket sembako guna membantu meringankan beban ekonomi warga.
"Semuanya itu ditujukan supaya masyarakat tambah bahagia dengan mengurangi beban pengeluaran. Jadi kalau sekarang misalnya ada makan gratis, tentu mengurangi beban pengeluaran. Kalau nanti ada sembako diberikan, itu tentu mengurangi beban pengeluaran. Maka dengan begitu, diharapkan ini menumbuhkan rasa bahagia di antara kita," jelasnya.
Dalam arahannya, Mensos menegaskan agar bantuan sosial (bansos) disalurkan secara utuh tanpa ada pemotongan oleh pihak mana pun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak, ibu sekalian jangan mau kalau ada bantuannya dipotong. Itulah arahan Bapak Presiden Prabowo. Tidak boleh siapapun memotong bantuan sosial. Harus tepat jumlah, harus tepat waktu, dan dibelanjakan sesuai dengan ketentuan," tegas dia.
Sementara itu, Wakil Camat Penjaringan Nurharyanto menjelaskan bahwa terdapat sekitar 5.600 paket sembako gratis yang dialokasikan untuk wilayah Kecamatan Penjaringan.
"Dan di titik ini (Kalijodo) ada sekitar dibagikan 2.800 (paket sembako gratis). Kemudian, alhamdulillah, terima kasih Pak Menteri juga ada tambahan tadi sekitar 1.500 paket nanti untuk warga, khususnya mungkin di Kelurahan Pejagalan," ujarnya.
Di sela kegiatan, Gus Ipul sempat berinteraksi dengan sejumlah warga, termasuk Ayu Lestari, siswi kelas 8 Sekolah Mutiara Hati yang menceritakan latar belakang orang tuanya sebagai pedagang soto.
"Kenapa saya tanya (tentang) orangtuanya? Karena kita harus bangga dengan orang tua kita. Siapapun orang tua kita, kita harus bangga sama orang tua kita," pesan Gus Ipul.
Selain itu, Febri Nurahelia, siswi kelas 9 SMPN 112 Jakarta, menyampaikan pidato spontan bertema kemerdekaan di hadapan Mensos dan warga yang hadir.
"Para pahlawan telah berjuang dengan keberanian, pengorbanan, dan persatuan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka. Sebagai generasi muda tugas kita bukan lagi berperang melawan penjajah, tetapi mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta memberikan prestasi dan kontribusi positif bagi bangsa," kata dia.
"Mari kita jadikan peringatan 17 Agustus bukan hanya sebagai acara seremonial. Tetapi sebagai pengingat untuk terus menjaga semangat persatuan, dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81," tambah Febri.
Febri mengaku sempat merasa gugup saat harus berpidato di depan Mensos, namun memilih untuk memberanikan diri.
"Karena kalau misalnya kita enggak berani, kita mau kapan lagi coba untuk merdeka untuk Indonesia yang lebih maju dan emas," ujar Febri.










