TVRINews, Lumajang
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Sabtu dini hari. Erupsi yang terjadi disertai guguran material pijar yang teramati meluncur dari puncak kawah menuju sektor tenggara.
Aktivitas tersebut terekam dalam beberapa kali letusan, dengan kolom abu berwarna kelabu yang mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyampaikan bahwa guguran lava pijar berlangsung berulang selama periode pengamatan dan mengarah ke area aliran Besuk Kobokan.
"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.000 meter mengarah ke tenggara," ujar Liswanto dalam laporan tertulis yang dikutip, Sabtu, 4 Juli 2026.
Meski terjadi erupsi, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga potensi bahaya masih perlu diwaspadai.
Pihak pos pengamatan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak, terutama di wilayah aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.
"Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," kata Liswanto.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran serta lahar dingin, terutama jika terjadi peningkatan curah hujan di kawasan puncak Semeru.










