TVRINews, Jakarta
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak para lulusan baru dan alumni perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ajakan ini berkaitan dengan pengembangan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah masif dibangun oleh pemerintah.
Hal tersebut ditegaskan Menkop Ferry saat memberikan orasi pada Sidang Terbuka Upacara Wisuda ke-13 Universitas Trilogi Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta.
Ferry menilai, tantangan besar bangsa saat ini bukanlah kekurangan ide, melainkan kebutuhan akan talenta muda yang mampu mengakselerasi ekosistem teknologi dan sosial atau teknososiopreneur.
"Ke depan, koperasi menjadi alternatif bagi platform masa depan. Badan usaha koperasi bisa menjadi pilihan dari para wisudawan-wisudawati untuk bisa bekerja dan terlibat di dalamnya," ujar Ferry dalam keterangan yang dikutip, Senin, 25 Mei 2026.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah membuka peluang besar bagi alumni perguruan tinggi untuk mengisi posisi profesional. Saat ini, Kemenkop sedang menjaring 30.000 manajer profesional yang akan dilatih pada Juni dan mulai diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia pada Agustus mendatang untuk mengelola KDKMP secara modern.
Dukungan Produk Lokal dan Pemberantasan Pinjol
Selain mendorong peran sebagai pengelola, Menkop juga memacu para alumni untuk berani melahirkan produk-produk lokal secara mandiri. Ia menjamin bahwa Kemenkop akan memberikan dukungan penuh agar produk inovasi alumni langsung diserap oleh pasar melalui jaringan distribusi pemerintah.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai "Soko Guru" perekonomian nasional. Strategi ini bertujuan menekan ketimpangan akibat pasar bebas.
KDKMP diproyeksikan menjadi hub ekonomi yang mampu memotong rantai pasok, menyediakan sembako murah, fasilitas kesehatan, hingga permodalan mikro. Kehadiran jaringan koperasi ini juga dimaksudkan untuk menggempur praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan tengkulak.
Menkop berharap Universitas Trilogi terus konsisten mencetak generasi teknososiopreneur yang tidak hanya menguasai teknologi dan adaptif terhadap disrupsi AI, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi untuk membangun ekonomi dari desa.










