TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan arah kebijakan dan rencana program kerja tahun 2027 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta.
Rapat yang juga dihadiri Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. BMKG diwakili oleh Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, beserta jajaran.
Dalam paparannya, Guswanto menjelaskan bahwa rencana kerja BMKG tahun 2027 disusun selaras dengan visi pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni mewujudkan Indonesia Emas 2045. Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika agar semakin modern, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta sektor-sektor strategis.
“Rencana kerja dan anggaran BMKG tahun 2027 disusun untuk mendukung prioritas nasional sekaligus menjaga keberlangsungan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap hari,” ujar Guswanto dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 25 Juni 2026.
BMKG juga menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai prioritas pembangunan nasional, antara lain penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan keselamatan transportasi multimoda, penguatan infrastruktur maritim, serta pengurangan risiko bencana melalui pengembangan sistem peringatan dini yang lebih modern.

(Foto: Sekretaris Utama BMKG, Guswanto)
Menurut Guswanto, layanan yang diberikan BMKG memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas pembangunan di berbagai sektor.
“Layanan BMKG beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan prasyarat mutlak agar masyarakat dan seluruh sektor strategis nasional dapat beraktivitas dengan aman dan terlindungi,” tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, BMKG menyiapkan sejumlah program prioritas pada 2027. Program tersebut meliputi pembangunan radar cuaca baru, penguatan infrastruktur layanan, serta peningkatan kapasitas sarana dan prasarana operasional di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan informasi cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami hingga ke daerah-daerah strategis, sekaligus memperkuat operasional Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam sesi pendalaman, Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menekankan pentingnya menjaga keandalan peralatan operasional BMKG agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan bahwa layanan BMKG kepada masyarakat tetap andal, karena itu berdampak langsung pada keselamatan dan dukungan lembaga terhadap banyak sektor,”ungkap Sofyan.
BMKG menyambut baik berbagai masukan dan dukungan dari Komisi V DPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui perencanaan program tahun 2027 tersebut, BMKG berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang akurat dan andal guna mendukung keselamatan masyarakat, ketahanan nasional, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.










