TVRINews, Bandung
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) menggelar Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di mana, forum tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi para Chief Information Officer (CIO) dan pimpinan teknologi informasi perguruan tinggi dalam memperkuat transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia.
Kepala Pusdatin Kemdiktisaintek, Andika Fajar, mengatakan transformasi digital tidak dapat dilakukan oleh satu institusi maupun satu unit teknologi informasi saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para penggerak teknologi informasi.
“Transformasi digital pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan oleh satu institusi atau satu unit teknologi informasi saja. Kita membutuhkan kolaborasi dan kesepahaman bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para penggerak teknologi informasi,” ujar Andika kutip Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan, CIO Forum 2026 dihadirkan sebagai ruang berbagi praktik baik, memperbarui pengetahuan, membahas tantangan, serta memberikan masukan strategis bagi penguatan kebijakan transformasi digital pendidikan tinggi.
Salah satu fokus utama forum kata dia, adalah penguatan Pusat Data dan Teknologi Informasi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Dalam pembahasannya, PDDikti tidak lagi diposisikan sekadar sebagai instrumen pelaporan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem data yang mendukung perencanaan, evaluasi, analisis, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Kolaborasi dengan Indonesia Research and Education Network (IDREN) juga menjadi agenda penting untuk memperkuat konektivitas antarinstitusi serta optimalisasi jaringan riset dan pendidikan nasional. Keterhubungan data, sistem, jaringan, dan perguruan tinggi diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih interoperabel dan kolaboratif.
Selain penguatan data dan jaringan, forum turut membahas tata kelola teknologi informasi serta ketahanan siber (cyber resilience). Ia menuturkan, jika integrasi sistem digital di lingkungan perguruan tinggi dinilai harus diimbangi dengan penguatan keamanan informasi, kesiapan menghadapi insiden siber, serta keberlanjutan layanan digital.
Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi salah satu topik utama, khususnya dalam analitik data dan pelaporan pendidikan tinggi. AI diharapkan mampu menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif dan berbasis data.
Dalam sesi diskusi kelompok, peserta membahas lima bidang strategis, yakni Governance and Policy, Higher Education Data Ecosystem, Digital Transformation and Technology, Cyber Resilience, serta Digital Human Resources, Innovation Culture and IT Leadership.
Melalui forum ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi, aman, tangguh, interoperabel, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.









