TVRINews, Manado
Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menegaskan jika aspek keselamatan dan keamanan siswa harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini, diungkapkan oleh Wamen HAM Mugiyanto saat meninjau distribusi MBG di SMAN 4 Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat, 11 September 2026 hari ini.
Di mana, kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung proses pelaksanaan program sekaligus menyerap aspirasi para siswa sebagai penerima manfaat.
Pada kesempatan tersebut, Wamen HAM didampingi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Sulawesi Utara Mangatas Nadeak, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara Jayja P. Rondonuwu, serta jajaran Kanwil Kementerian HAM.
Dalam kesempatan itu, Mugiyanto mengawali kunjungan dengan berdialog bersama para siswa sebelum mencicipi menu MBG yang disediakan sekolah. Sejumlah siswa menyampaikan masukan terkait jeda waktu distribusi makanan hingga variasi menu yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Menurut Mugiyanto, suara para siswa merupakan bagian penting dalam evaluasi kebijakan pemerintah agar program berjalan lebih baik.
“Para siswa adalah penerima manfaat dari kebijakan negara. Karena itu, prinsip keselamatan dan keamanan dalam pelaksanaan Program MBG harus menjadi prioritas,” ujar Mugiyanto.
Ia menegaskan, pemenuhan pangan bergizi tidak hanya merupakan program pemerintah, tetapi juga bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Negara, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga memperoleh akses terhadap makanan yang layak dan aman.
Mugiyanto menambahkan, Kementerian HAM akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah guna memastikan nilai-nilai HAM diterapkan dalam setiap tahapan program. Selain itu, pemantauan di lingkungan sekolah diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia di kalangan peserta didik.










