TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak para pemimpin perguruan tinggi menghadirkan transformasi di kampus melalui kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berwawasan global. Hal tersebut, diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, saat menutup pelaksanaan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) tahap pertama.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Badri menilai Indonesia memiliki potensi SDM yang besar, namun potensi tersebut hanya dapat berkembang melalui kepemimpinan yang mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
“Kita membutuhkan pemimpin perguruan tinggi yang visioner, berintegritas, transformatif, adaptif, dan berwawasan global,” ujar Badri kutip Jumat, 11 September 2026.
Ia menekankan, pemimpin perguruan tinggi tidak cukup hanya mengelola institusi, tetapi juga harus mampu menciptakan budaya inovasi dan mendorong perubahan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Badri juga menyoroti pentingnya jejaring antarkampus sebagai fondasi penguatan pendidikan tinggi nasional. Menurutnya, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas institusi.
Jejaring yang telah terbentuk selama AKPT diharapkan terus dipelihara melalui pertukaran pengalaman, praktik baik, dan kerja sama dalam pengembangan institusi.
“Kolaborasi menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Perlu konsolidasi dengan berbagai unsur untuk mengidentifikasi kebutuhan dan langkah yang dapat dilakukan,” katanya.
AKPT dirancang tidak hanya sebagai pelatihan kepemimpinan, tetapi sebagai learning journey yang terintegrasi. Selama program, peserta diajak merefleksikan kondisi kampus masing-masing, mengidentifikasi tantangan, serta menyusun gagasan transformasi yang dapat diterapkan secara nyata.
Badri menegaskan, keberhasilan program tidak diukur dari berakhirnya rangkaian kegiatan, melainkan dari dampak yang dihasilkan di setiap perguruan tinggi.
“Keberhasilan AKPT pada akhirnya tidak diukur dari selesainya kegiatan, tetapi dari sejauh mana pembelajaran yang diperoleh diterjemahkan menjadi perubahan nyata di masing-masing perguruan tinggi,” pungkasnya.
Melalui AKPT, Kemdiktisaintek berharap lahir ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang saling belajar, bertumbuh, dan mampu menghadirkan inovasi untuk mendukung kemajuan pendidikan, sains, dan teknologi di Indonesia.










