TVRINews, Jakarta
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah bandara di Jawa sebagai alternatif pendaratan pesawat dari luar Jawa maupun penerbangan internasional di tengah dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, salah satu bandara yang disiapkan adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Ia mengatakan hari ini dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah dialihkan untuk mendarat di Kertajati.
"Ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah itu kami alihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati. Sejauh ini berdasarkan hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati, Bandara Kertajati belum terdampak, masih memungkinkan," kata Dudy dalam konferensi persnya, Minggu, 6 September 2026.
Menurut Dudy, alternatif tersebut juga dapat dimanfaatkan maskapai lain apabila kondisi memungkinkan. Langkah itu disiapkan untuk mengakomodasi masyarakat yang masih membutuhkan penerbangan, khususnya menuju Jakarta, di tengah penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Kami juga tawarkan kepada airlines yang lain apabila memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak, mengingat masyarakat mungkin masih banyak yang menginginkan atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing untuk dapat terbang ke khususnya ke Jakarta," ujarnya.
Selain Kertajati, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bandara lain di Pulau Jawa sebagai alternatif pendaratan. Bandara tersebut yakni Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya.
"Kami menyiapkan alternatif seperti di Kertajati. Kemudian Bandara Semarang, Ahmad Yani, dan juga Bandara Surabaya, Juanda. Jadi ada beberapa bandara di Jawa yang kami persiapkan sebagai alternatif untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa maupun internasional," pungkasnya.










