TVRINews, Jakarta
Dari pengetatan devisa ekspor hingga lonjakan pendapatan ojek daring, Istana pacu reformasi struktural.
Mendorong transformasi struktural yang kokoh dan berkeadilan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan ritme kepemimpinan yang intensif dan berorientasi jangka panjang sepanjang pekan ketiga Mei 2026.
Dari penguatan perimeter pertahanan udara, peletakan fondasi fiskal masa depan di parlemen, penertiban tata kelola komoditas ekspor, hingga komitmen nyata pada peningkatan pendapatan pekerja sektor informal, seluruh manuver eksekutif dijahit dalam satu narasi besar: optimalisasi sumber daya demi kemakmuran rakyat serta pemantapan kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Efek Gentar Udara: Penyerahan Enam Jet Tempur Rafale
Mengawali pekan pada Senin, 18 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan enam unit pesawat tempur canggih multirole combat aircraft (MRCA) Rafale kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Langkah monumental ini diambil guna memperkuat postur pertahanan udara nasional secara signifikan.
Tidak hanya jet Rafale, Kepala Negara juga menyerahkan serangkaian alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis lainnya, meliputi empat unit pesawat Falcon 8X, satu unit pesawat Airbus A400M MRTT, rudal taktis missile meteor, enam unit bom pintar smart weapon hammer, serta satu unit instalasi radar pengawas udara GCI GM403.
Presiden menegaskan bahwa di tengah kondisi geopolitik dunia yang penuh dinamika, penguatan kapabilitas militer adalah hal yang mutlak bagi negara berdaulat.
Program Istana untuk Anak Sekolah
Pada Selasa, 19 Mei 2026 dan Kamis, 21 Mei 2026, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta membuka pintunya bagi generasi penerus bangsa melalui program edukatif bertajuk "Istana untuk Anak Sekolah".
Program ini memberikan kesempatan berharga bagi para pelajar dari SMP Negeri 4 Jakarta, SMP Negeri 94 Jakarta, dan SMK PGRI 1 Jakarta untuk merasakan langsung atmosfer pusat pemerintahan tertinggi negara.
Melalui kunjungan bersejarah ini, para siswa dipandu untuk melihat ruang-ruang penting di lingkungan Istana sembari mempelajari sistem tata kelola pemerintahan, guna memupuk jiwa patriotisme dan mengenalkan tata kelola negara sejak dini.
Sejarah Baru di Parlemen: Penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027
Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada Rabu, 20 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna DPR RI untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Momen ini mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya dokumen KEM-PPKF disampaikan secara langsung oleh Kepala Negara di hadapan sidang paripurna.
Di podium parlemen, Presiden menegaskan komitmen teguh pemerintah untuk mengawal perekonomian nasional dengan prinsip kehati-hatian (*fiskal prudent*) demi menjaga stabilitas di tengah tantangan geoekonomi global.
Pemerintah berkomitmen memastikan kesinambungan pembangunan dengan fokus utama pada ketahanan pangan, pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Proteksi Devisa: Penertiban Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA
Masih pada hari yang sama di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026, Presiden Prabowo mengumumkan langkah regulasi berani melalui penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Kebijakan ini dirancang sebagai instrumen strategis memperketat pengawasan aliran komoditas nasional.
Selain penataan ekspor, Kepala Negara memberikan penekanan khusus pada penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang bersumber dari aktivitas pengusahaan, pengelolaan, dan pengolahan SDA nasional.
Kebijakan terintegrasi ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara transparan dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sekaligus menutup celah kebocoran modal ke luar negeri.
Infrastruktur Finansial: Konsolidasi BUMN PT Danantara
Menindaklanjuti aturan tata kelola SDA baru tersebut, pemerintah mematangkan kesiapan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor yang dijadwalkan berlaku mulai awal Juni mendatang.
Instrumen utama yang dioptimalkan dalam ekosistem finansial ini adalah BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Langkah ini disiapkan secara presisi untuk memperkuat tata kelola ekspor nasional sekaligus mendongkrak pos penerimaan negara.
Jelang implementasinya, sosialisasi intensif terus digulirkan kepada sejumlah asosiasi perusahaan ekspor komoditas SDA strategis.
Sinergi Pemikiran: Presiden Terima Tokoh Ekonomi Nasional
Menjelang akhir pekan, tepatnya Jumat, 22 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan sejumlah menteri dan tokoh ekonomi nasional terkemuka di Istana.
Di antara tokoh senior yang hadir terdapat Burhanuddin Abdullah (Gubernur Bank Indonesia periode 2003–2008), Paskah Suzetta (Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005–2009), dan Lukita Dinarsyah Tuwo (Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas periode 2010–2014).
Pertemuan ini membahas berbagai agenda strategis nasional terkait penguatan ketahanan ekonomi jangka panjang dan stabilisasi sektor keuangan domestik dari gejolak pasar global.
Akselerasi Infrastruktur: Integrasi Lahan untuk Proyek Strategis Nasional
Pada Jumat siang, 22 Mei 2026, agenda konsolidasi berlanjut melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang mempertemukan para pembuat kebijakan kunci kabinet: Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, dan Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf.
Rapat ini juga melibatkan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III Denaldy Mulino Mauna.
Fokus utama pertemuan ini adalah penyediaan dan penyiapan lahan untuk menyukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN). Agenda krusial yang dibahas mencakup penyediaan lahan untuk mega-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW, penataan kawasan permukiman kumuh melalui pembangunan hunian vertikal terintegrasi, hingga percepatan pengembangan kota satelit baru.
Pemerataan Sosial: Pembangunan 66 Rumah Sakit Wilayah 3T
Melanjutkan agenda kerja pada Jumat, 22 Mei 2026, sektor kesehatan menjadi prioritas utama lewat diskusi strategis bersama Alvin W. Sariatmaja, pemilik jaringan Rumah Sakit EMC dan Jakarta Eye Center (JEC).
Pertemuan ini membahas peta jalan industri kesehatan, peningkatan kapasitas SDM tenaga kesehatan, dan ekspansi fasilitas medis di daerah terpencil.
Dalam kesempatan ini, pemerintah memaparkan program pembangunan 66 unit rumah sakit baru yang difokuskan pada wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (3T). Proyek ini merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional guna menjamin hak setiap warga negara mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang merata.
Keberpihakan Nyata: Lonjakan Pendapatan Mitra Ojek Daring
Menutup rangkaian agenda Jumat malam, 22 Mei 2026, Sekretariat Kabinet menerima kunjungan kerja CEO GoTo, Hans Patuwo. Pertemuan ini secara khusus membahas formulasi kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan para pengemudi transportasi daring di Indonesia dengan tetap menjaga keberlanjutan bisnis ekosistem digital.
Berdasarkan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen mengawal peningkatan pendapatan pengemudi mitra daring secara signifikan, yakni menaikkan porsi pendapatan dari yang semula 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi.
Kebijakan afirmatif ini menjadi angin segar yang berdampak langsung pada penguatan daya beli sekitar 800 ribu hingga 1 juta mitra pengemudi aktif Gojek di seluruh tanah air.
Swasembada Bahari: Panen Raya Udang Modern di Kebumen
Sebagai puncak agenda kerja mingguan, pada Sabtu, 23 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja lapangan untuk menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah.
Kawasan budi daya modern seluas 100 hektar yang mengelola 206 petak kolam ini berhasil mencatatkan nilai produksi fantastis mencapai Rp67,2 miIiar per siklus, atau berpotensi menembus Rp134,4 miIiar per tahun, sekaligus menyerap 650 tenaga kerja lokal.
Presiden mengungkapkan bahwa proyek serupa dengan skala yang jauh lebih masif kini tengah dikembangkan secara intensif di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta beberapa wilayah pesisir lainnya.
Dengan implementasi teknologi modern yang berkelanjutan, Presiden Prabowo optimis Indonesia mampu mengukuhkan posisinya sebagai produsen udang nomor satu di dunia.










