TVRINews – Jakarta
Diplomasi Budaya dan Inovasi Fesyen Lokal Perluas Ekspansi ke 32 Negara
Kekayaan warisan budaya Indonesia kembali menunjukkan daya saing tinggi di kancah internasional. Kementerian Perdagangan mencatat potensi transaksi ekspor sektor fesyen nasional berhasil menembus angka USD 251,34 juta, yang didorong oleh kekuatan wastra Nusantara serta perluasan jaringan perdagangan global.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan akses pasar luar negeri yang mencakup 32 negara. Jaringan tersebut dioptimalkan melalui kantor Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), serta program pendampingan nasional bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

(Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (Foto: @dyahroroestiwp))
"Kami memfasilitasi berbagai kegiatan temu bisnis. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 424 kegiatan penjajakan bisnis dan pencocokan usaha yang melibatkan 1.148 pelaku usaha, dengan estimasi nilai transaksi mencapai 251,34 juta dolar AS," ujar Roro dalam keterangannya dikutip Kamis 30 Juli 2026.
Pemerintah, lanjut Roro, secara konsisten bersinergi dengan pemangku kepentingan lintas sektoral untuk mempromosikan wastra lokal. Kain tradisional tidak lagi dipandang sekadar produk budaya warisan leluhur, melainkan komoditas bernilai ekonomi strategis yang siap bersaing dalam industri mode global.
Momentum tersebut semakin diperkuat melalui penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang mengangkat tema utama Ulos Simetria. Ajang fesyen bergengsi yang berlangsung dari 29 Juli hingga 1 Agustus ini memaknai kain tradisional Batak bukan hanya sebagai busana adat, melainkan representasi filosofi, doa, dan kearifan lokal yang sarat nilai estetika.
Menurut Roro, perpaduan antara elemen budaya tradisional dan konsep modern memberikan pesan penting mengenai keberlanjutan industri mode. Inovasi dinilai menjadi kunci utama agar warisan leluhur tetap relevan di tengah dinamika pasar internasional tanpa kehilangan identitas aslinya.
"Ketika kain tradisional diintegrasikan dengan prinsip keseimbangan dan inovasi, kita sedang menyampaikan pesan bagaimana merawat warisan budaya agar bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mengangkat kearifan lokal ke panggung dunia," tambahnya.
Melalui diplomasi budaya yang dijalankan lewat sektor fesyen, pemerintah optimistis produk tekstil tradisional Indonesia akan semakin diminati masyarakat global. Setiap helaian kain tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga narasi sejarah dan cerita kultural yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku industri mode dunia.









