Penulis: Hanifah
TVRINews, Lampung
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengajak perguruan tinggi swasta (PTS) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah guna menciptakan pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut, diungkapkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (APTISI), yang dihadiri sekitar 500 pimpinan PTS dari 34 provinsi.
Pada kesempatan tersebut, ia mengaku telah menyerap berbagai aspirasi terkait perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Menurutnya, seluruh masukan akan dikaji lebih lanjut dan diharapkan disampaikan secara tertulis melalui APTISI agar proses tindak lanjut dapat dilakukan secara terstruktur.
“Kita akan proses. Mohon kalau ada masukan juga disampaikan secara tertulis supaya nanti bisa dikaji untuk ditindaklanjuti,” ujar Brian kutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Salah satu pembahasan utama Rakernas adalah pemerataan akses pendidikan tinggi. Brian menjelaskan pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah kini memiliki dasar untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa PTS melalui skema bantuan pendidikan daerah.
“Pemda boleh memberikan bantuan kepada PTS, beasiswa. Itu sudah boleh,” katanya.
Menurut Brian, kebijakan tersebut telah didukung melalui surat edaran Kementerian Dalam Negeri sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan PTS.
Selain akses pendidikan, Brian menyoroti pentingnya penguatan kualitas SDM di lingkungan PTS. Ia membuka peluang pemanfaatan dosen-dosen berpengalaman, termasuk akademisi dari perguruan tinggi negeri yang memasuki masa purnatugas, untuk mendukung pengembangan PTS melalui transfer pengetahuan.
“Supaya ada transfer knowledge, mereka orang-orang yang baik, yang bagus, kinerjanya bisa dimanfaatkan di PTS,” tuturnya.
Staf Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengatakan perguruan tinggi memegang peran strategis dalam mengubah potensi alam dan budaya Indonesia menjadi nilai tambah melalui ilmu pengetahuan.
“Potensi-potensi itu tidak akan bisa memberikan nilai lebih jika tidak ditopang dengan ilmu dan juga pengetahuan. Di sinilah perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting,” ujar Zita.
Sementara itu, Ketua Umum APTISI Budi Djatmiko menegaskan bahwa kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan memberdayakan masyarakat.
“Indonesia Emas tidak akan lahir dari kampus yang hanya berhasil mengajar, ia lahir dari kampus yang mampu mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung turut menyatakan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam bidang riset, pengembangan talenta, dan penyusunan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Rakernas APTISI pun diharapkan menjadi langkah bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang semakin berdampak bagi pembangunan nasional.










