TVRINews, Jakarta
Aktivitas vulkanik kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Tiga gunung api tercatat mengalami erupsi pada Jumat pagi, 11 September 2026, yakni Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.
Berdasarkan laporan Magma Indonesia, Badan Geologi, erupsi ketiga gunung terjadi pada waktu berbeda dengan durasi letusan mulai puluhan detik hingga lebih dari tiga menit.
*Gunung Ibu Erupsi Dua Kali*
Di Maluku Utara, Gunung Ibu tercatat mengalami dua kali erupsi pada pagi hari.
Letusan pertama terjadi sekitar pukul 08.56 WIT dengan amplitudo maksimum 18 milimeter dan berlangsung selama 41 detik. Dua menit kemudian, erupsi kembali terjadi dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 45 detik.
Kedua letusan tersebut tidak disertai visual letusan yang teramati.
Sebelumnya, Gunung Ibu juga mengalami erupsi pada Jumat dini hari. Letusan terjadi sekitar pukul 00.49 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut,” demikian laporan pengamatan Badan Geologi.
*Ili Lewotolok Kembali Erupsi*
Aktivitas erupsi juga terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Pada pagi hari, erupsi tercatat dua kali, yakni pukul 07.09 WITA dan 08.02 WITA.
Erupsi pertama menghasilkan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai 2.023 meter di atas permukaan laut. Letusan berlangsung selama 48 detik dengan amplitudo maksimum 28 milimeter.
Sebelumnya, pada dini hari, gunung tersebut juga mengalami tiga kali erupsi.
Letusan pertama terjadi pukul 00.57 WITA dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 70 detik. Kemudian erupsi kembali terjadi pukul 02.08 WITA selama 63 detik dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak.
Erupsi berikutnya terjadi pukul 02.21 WITA dengan durasi 94 detik. Kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak dengan warna kelabu hingga hitam dan bergerak ke arah barat.
“Kolom abu teramati dengan intensitas tebal ke arah barat,” tulis laporan pengamatan Badan Geologi.
*Semeru Erupsi Empat Kali*
Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur juga menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi.
Letusan pertama tercatat pada pukul 00.26 WIB. Aktivitas kembali terjadi pada pagi hari masing-masing pukul 04.27 WIB, 05.05 WIB, dan 06.16 WIB.
Visual letusan tidak teramati pada sejumlah kejadian. Namun, erupsi terakhir yang tercatat pukul 06.16 WIB terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama 187 detik.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 187 detik,” berdasarkan laporan Badan Geologi.
Aktivitas erupsi di tiga gunung api tersebut menunjukkan bahwa kondisi vulkanik di sejumlah wilayah masih aktif. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan tidak mendekati zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya.










