TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat melakukan peninjauan penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 26 Agustus 2026 hari ini.
Dalam rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, Presiden Prabowo menyetujui sejumlah kebutuhan logistik dan sarana operasional guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto mengusulkan penambahan dua unit kapal pendarat (LCT) untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah pesisir. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo langsung menyetujui permintaan tersebut.
“Dua. Baik, bagus ini. Enggak minta banyak-banyak,” ujar mantan Menhan itu.
Dikesempatan yang sama, Kapolda NTT Rudi Darmoko menyampaikan kebutuhan 100 unit motor trail untuk menjangkau daerah dengan medan sulit, serta 22 unit mobil double cabin sebagai kendaraan patroli di seluruh polres di NTT. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo meminta seluruh usulan tersebut dicatat untuk ditindaklanjuti.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengajukan permohonan 1.000 unit tenda yang akan digunakan sebagai ruang belajar sementara bagi anak-anak terdampak gempa. Menurutnya, setiap kabupaten membutuhkan sekitar 100 tenda agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai dan membantu mengurangi trauma anak.
Selain itu, Melki juga meminta dukungan pembiayaan pendidikan bagi korban bencana mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, serta menyampaikan persoalan korban yang ditagih pembayaran oleh koperasi harian yang diduga bertindak sebagai rentenir.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menegaskan akan mengambil tindakan terhadap praktik penagihan kepada korban bencana.

[Foto: Youtube Setpres]
“Rentenir-rentenir suruh menghadap aku. Tapi sebelum menghadap saya, menghadap Kapolda dan Pangdam ya,” tegasnya.
Dalam rapat yang sama, Gubernur NTT juga kembali mengusulkan percepatan pembangunan Jalan Lintas Utara Flores yang dinilai menjadi akses vital bagi distribusi bantuan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan pembangunan ruas tersebut akan dimulai secara bertahap dengan target awal sepanjang 200 kilometer dari Labuan Bajo hingga Pelabuhan Reo. Secara keseluruhan, panjang jalur utara Flores diperkirakan mencapai sekitar 600 kilometer hingga Kabupaten Sikka.
Presiden Prabowo meminta proyek tersebut segera dikerjakan sembari menyiapkan dukungan anggaran.
“600 kilometer. Oke, nanti dipikirkan anggarannya. Kita kerjakan ini dari Labuan Bajo,” katanya.
Presiden Prabowo juga menilai, jika bencana harus menjadi momentum untuk membangun NTT secara lebih berkelanjutan. Ia mendorong program penghijauan, penyediaan air bersih melalui teknologi desalinasi skala desa, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Presiden Prabowo juga optimistis NTT memiliki potensi besar sebagai pusat pangan dan ekonomi kelautan, terutama di sektor perikanan dan budidaya rumput laut.
“Saya optimistis daerah sini nanti bisa jadi sumber pangan bangsa dan dunia. Perikanan sangat potensial, rumput laut juga harus dikembangkan,” tukasnya.










