TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak seluruh elemen umat Islam menjaga persatuan tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, perbedaan dalam tubuh umat Islam merupakan bagian dari keberagaman yang harus dikelola dengan semangat kebersamaan.
Hal tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026. Ia menilai setiap organisasi Islam memiliki peran dan kontribusi yang dapat saling melengkapi dalam membangun kehidupan berbangsa.
"Kita tidak perlu menghilangkan perbedaan yang ada. Masing-masing organisasi tetap dengan ciri khasnya, tetapi semuanya harus memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga persatuan umat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar KH Anwar Iskandar dalam keterangan yang dikutip, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut KH Anwar, persatuan tidak dimaknai sebagai penyatuan seluruh perbedaan, melainkan kemampuan untuk berjalan bersama dalam tujuan yang sama. Ia menggambarkan keberagaman ormas Islam seperti lidi yang akan memiliki kekuatan lebih besar apabila disatukan.
Kiai Anwar menambahkan, kekuatan umat Islam dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia berharap semangat persatuan umat dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional serta memperkuat kemandirian bangsa.
"Persatuan umat menjadi modal penting untuk mendampingi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri," kata KH Anwar Iskandar.
Melalui KUII VIII, MUI mendorong agar seluruh organisasi Islam tetap menjaga ukhuwah dan bekerja sama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.









