TVRINews, Jakarta
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan penguatan ekonomi perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas agar perempuan semakin mandiri serta mampu berkontribusi dalam pembangunan.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar perempuan memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya,” ujar Menteri PPPA Arifah dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 19 Juli 2026.
Dalam kunjungan kerjanya bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Menteri PPPA meninjau Kelompok Bukit Berlian, salah satu kelompok nasabah PNM Mekaar yang beranggotakan 15 perempuan pelaku usaha.
Sejak memperoleh pembiayaan PNM Mekaar pada 2024 dengan total plafon Rp67 juta, para anggota kelompok berhasil mengembangkan berbagai usaha produktif yang mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga. Besaran pembiayaan awal yang diterima anggota kelompok dimulai dari Rp5,5 juta.
Menurut Arifah Fauzi, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga serta mendukung pemenuhan hak perempuan dan anak.
“Pemberdayaan ekonomi perempuan bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga. Ketika perempuan memiliki akses terhadap pembiayaan, pendampingan, dan kesempatan mengembangkan usaha, mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memastikan hak-hak perempuan dan anak terpenuhi,”jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga menyaksikan pertemuan rutin antara Account Officer (AO) PNM dan kelompok nasabah. Selain menjadi sarana pembayaran angsuran, pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai wadah pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, serta penguatan kemandirian perempuan pelaku usaha.
Arifah Fauzi juga mengunjungi Bank Sampah Bukit Berlian yang dikelola Ema Suranta, nasabah PNM Mekaar yang mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar, program tersebut berkembang menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan dari PNM, kelompok itu mampu mengolah sekitar 500 kilogram sampah organik setiap pekan. Hasil budidaya maggot dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk peternakan ayam dan budidaya lele bioflok, sedangkan residunya diolah menjadi kasgot yang bernilai ekonomi sebagai pupuk organik.
Menteri PPPA mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bukti bahwa perempuan mampu menjadi motor perubahan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.
“Apa yang dilakukan Bank Sampah Bukit Berlian menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya. Ketika perempuan diberi akses, kepercayaan, dan kesempatan untuk berkembang, mereka tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menghadirkan solusi bagi persoalan lingkungan. Praktik baik seperti ini perlu terus diperluas melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,”ucapnya
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan data yang akurat menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, termasuk melalui Sensus Ekonomi 2026 yang memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai perkembangan usaha masyarakat, termasuk usaha yang dijalankan perempuan.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah memahami karakteristik dan perkembangan usaha masyarakat, termasuk usaha perempuan. Dengan data yang berkualitas, kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat pemberdayaan perempuan,”ungkap Amalia.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, menambahkan bahwa PNM terus mendukung pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas agar pelaku usaha perempuan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan dan pendampingan tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemampuan usaha agar perempuan dapat terus berkembang serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,”kata Direktur Utama PNM, Kindaris.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari sinergi Kementerian PPPA, BPS, dan PNM dalam memperluas pemberdayaan ekonomi perempuan melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, penyediaan data berkualitas, serta pengembangan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk berkembang, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat.










