TVRINews, Jakarta
Saat ini, tengah beredar sebuah video di akun sosia media TikTok dengan judul ‘Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI’. Dalam video tersebut, terlihat pun beberapa potongan foto Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.
Menanggapi hal tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan Panglima TNI tidak pernah menyampaikan pernyataan terkait Ponpes Al-Zaytun dan video dengan durasi 10'.09 merupakan berita bohong atau hoax.
“Berikut pimpinan Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang kini tengah ramai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini bermula saat pondok pesantren Al Zaytun menerapkan ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Selain dianggap sesat di dalam kompleks pondok pesantren Al Zaytun dikabarkan bahwa terdapat sebuah bunker tempat menyimpan dan memproduksi senjata api,” kata Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono dalam keterangan tertulis, Jakarta, 20 Juli 2023.
Baca juga: Menkominfo: Kami Telah Terima 1.859 Aduan Rekening Bank yang Digunakan untuk Judi Online
“Dia (Pembuat video) mengomentari Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono. Seharusnya pangkatnya Bintang empat menggunakan garis pinggir warna merah dan Logo satuan di lengan kiri menggunakan Mabes TNI segi lima berwarna merah. Namun bukan seperti yang terlihat di video menggunakan Logo Angkatan Laut. Kemungkinan Foto tersebut adalah foto Laksamana TNI Yudo Margono saat menjabat Kepala Staf Angkatan Laut,” sambungnya.
Tak hanya itu, pihak TNI telah lakukan penyelidikan dan menemukan video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Snack Video @yusufcreator204 dengan link https://sck.io/p/jm3Vf070.
“Kemudian, video tersebut diviralkan oleh akun TikTok dengan user 24967486344 telah di like 14.4K, dikomentari 3.498, dibagikan 2.571,” bebernya
"Ini merupakan tindakan dari oknum yang sengaja ingin menyudutkan kredibilitas TNI. Ini ada unsur pidananya,” terusnya
Dengan adanya hal tersebut, Julius meminta agar masyarakat dapat lebih bijak untuk menyikapi tayangan di media sosial.
“TNI berharap dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu berkarya hal-hal positif yang bersifat membangun dan edukasi. Jangan mudah percaya, pastikan kebenaran sebuah berita atau konten tersebut kepada pihak yang berkompeten,” pungkasnya
“Lebih Khusus kepada pemilik akun Snack Video dengan ID yusufcreator204 untuk berhenti membuat kreasi-kreasi yang tidak didukung dengan data yang benar dan meminta sesegera mungkin membuat video klarifikasi bahwa video yang telah dia viralkan sebelumnya tidak benar,” tegasnya.
Baca juga: BPS : Presentase Jumlah Penduduk Miskin Di NTT Turun 19,96 persen










