TVRINews, Kota Kupang
Pada Maret tahun 2023, terjadi perubahan yang signifikan dalam kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), telah terjadi penurunan yang menggembirakan dalam presentase dan jumlah penduduk miskin di provinsi ini.
Menurut laporan terbaru, presentase penduduk miskin di Provinsi NTT mengalami penurunan tajam dari tahun sebelumnya sebesar 20,23 persen menjadi 19,96 persen Pada tahun 2023.
Baca juga: Presiden Tegaskan Pentingnya Utamakan Pendidikan Anak-anak Indonesia
Presentase penduduk miskin telah menurun menjadi angka yang jauh lebih rendah, menandakan adanya perbaikan signifikan dalam kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Jumlah penduduk miskin di Provinsi NTT pada maret 2023, mencapai 1,14 juta orang, dibandingkan maret 2022, jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 9,5 ribu orang.
Presentase penduduk miskin pada maret 2023, tercatat sebesar 19,96 persen, menurun 0,09 persen poin terhadap maret 2022.
“Jumlah penduduk miskin itu dilihat dari garis kemiskinan,” persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berupa jumlah dan persentase penduduk miskin. Di sisi lain yang perlu diperhatikan adalah tangkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. “ itu sendiri.” Jelas Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B Kale.
Berdasarkan data, Garis kemiskinan pada maret 2023 adalah sebesar Rp.507.203,- per kapita ber bulan. Dibandingkan Maret 2022, garis kemiskinan naik sebesar 10,06 persen.
“Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan di NTT masih jauh lebih besar dibandingkan bukan makanan.”
Besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) pada maret 2023 di perkotaan sebesar 71,13 persen dan di pedesaan sebesar 79.,48 persen.
Perbaikan ini dapat dicapai berkat berbagai program pemerintah yang fokus pada peningkatan kualitas hidup dan penanggulangan kemiskinan di wilayah tersebut.
Program-program tersebut mencakup penguatan sektor ekonomi lokal, pelatihan keterampilan, akses pendidikan yang lebih baik, serta penyediaan layanan kesehatan yang lebih merata.
Baca juga: Tindak Tegas, satu oknum Anggota polres Lebong di PTDH
Kondisi ini memberikan harapan yang cerah bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan menunjukkan komitmen pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan perubahan yang positif. Meskipun tantangan kemiskinan tidak dapat diatasi dalam semalam, penurunan presentase dan jumlah penduduk miskin di Provinsi NTT menjadi bukti bahwa langkah-langkah yang tepat dan berkesinambungan dapat mengarah pada perubahan sosial yang lebih baik.










