TVRINews, Jakarta
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.
"Tahun ini, WITF mempertemukan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara. Kami senang dapat mendukung inisiatif ini serta menantikan terjalinnya kemitraan dan peluang baru dalam perluasan promosi dan akses pasar pariwisata Indonesia melalui kegiatan ini," kata Widiyanti dikutip Minggu, 18 Oktober 2026.
Pameran ini dirancang sebagai wadah pertemuan bisnis antarpelaku industri pariwisata (business-to-business/B2B) sekaligus sarana promosi langsung kepada konsumen (business-to-consumer/B2C).
Selain pameran, WITF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain forum diskusi (talkshow), welcome dinner, serta pre-tour dan post-tour untuk memperkenalkan beragam potensi destinasi dan produk pariwisata Indonesia.
Widiyanti menjelaskan bahwa sektor pariwisata nasional terus menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia, baik melalui peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara yang memberikan manfaat ekonomi bagi berbagai daerah.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada semester pertama 2026, sektor pariwisata juga menghasilkan devisa sebesar 8,43 miliar dolar AS atau setara dengan Rp140,95 triliun.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) hingga Agustus 2026 telah melampaui 840 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan peran penting pariwisata domestik dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, menciptakan peluang usaha, serta memperluas manfaat sektor pariwisata bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
"Pencapaian ini menunjukkan ketahanan sektor pariwisata kita," ucap Widiyanti.
Meski demikian, Widiyanti menekankan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman berwisata agar pariwisata Indonesia semakin kompetitif di tengah perubahan tren perjalanan global.
Menurutnya, wisatawan saat ini semakin mengutamakan pengalaman yang unik, autentik, dan bermakna. Pergeseran preferensi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk menghadirkan produk wisata yang memiliki karakter kuat, mengedepankan keberlanjutan, serta mencerminkan kekayaan alam dan budaya Nusantara.
Indonesia memiliki beragam potensi unggulan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, mulai dari wisata alam, budaya, kebugaran (wellness tourism), gastronomi, hingga wisata bahari.
Keragaman produk tersebut menjadi modal penting untuk menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah dari setiap kunjungan.
"Di sinilah WITF memegang peranan penting. WITF lebih dari sekadar platform promosi pariwisata. Melalui business matching, para pelaku bisnis pariwisata dapat berinteraksi langsung dengan buyer, memahami preferensi pasar, mengidentifikasi produk yang sedang diminati, dan menjajaki peluang kerja sama yang konkret," ungkap Widiyanti.
Melalui pertemuan bisnis yang terarah, pelaku industri pariwisata Indonesia diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi, membangun kemitraan dengan mitra potensial, serta menyesuaikan penawaran produk dengan kebutuhan wisatawan dari berbagai negara.
Widiyanti berharap WITF terus berkembang menjadi salah satu platform strategis yang menghubungkan industri pariwisata Indonesia dengan pasar domestik dan internasional, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi serta produk wisata nasional.
Ia menegaskan keberhasilan pembangunan pariwisata tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan dan besarnya manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
"Tujuan kita bukanlah sekadar mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia, melainkan memadukan penawaran pariwisata Indonesia dengan pasar yang tepat, memberikan pengalaman pariwisata yang lebih baik, serta meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap kunjungan. Dan yang terpenting, kita ingin nilai tersebut menjangkau lebih banyak orang, mulai dari pelaku usaha pariwisata, UMKM, pekerja, hingga masyarakat di seluruh Indonesia," pungkasnya.










