TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis melalui penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan (Implementing Agreement) bersama Institut de Recherche pour le Développement (IRD). Penandatanganan dilakukan di Residence of France, Jakarta, bertepatan dengan kunjungan Direktur Utama IRD, Valérie Verdier, ke Indonesia.
Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 50 tahun kehadiran IRD di Indonesia. Selama lima dekade, kerja sama Indonesia dan Prancis telah berkembang di berbagai bidang strategis, mulai dari lingkungan, kesehatan, keanekaragaman hayati, hingga pertanian berkelanjutan.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengatakan kolaborasi internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas riset nasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan global.
“Kerja sama Indonesia dan Prancis akan dikembangkan melalui skema co-funding yang memungkinkan kedua negara berkontribusi secara setara dalam menghasilkan riset yang berkualitas dan berdampak. Kolaborasi ini tidak hanya mendorong mobilitas mahasiswa dan peneliti, tetapi juga memperkuat kapasitas riset untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi kedua negara. Indonesia tidak lagi dilihat sebagai obyek atau lokasi penelitian namun sebagai rekanan penelitian penting bagi Prancis,” ujar Fauzan kutip Minggu, 7 Juni 2026
Menurutnya, kemitraan riset tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghasilkan solusi konkret yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.
“Bersama BRIN, kami tengah menyusun Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional sebagai arah strategis pengembangan riset Indonesia ke depan. Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin mempercepat lahirnya solusi atas berbagai permasalahan prioritas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra riset yang setara di tingkat global,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Valérie Verdier menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra di Indonesia yang selama ini berkontribusi dalam memperkuat hubungan ilmiah antara kedua negara. Ia menilai kolaborasi yang telah terjalin selama puluhan tahun menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama riset di masa mendatang.
Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia menegaskan komitmen pemerintah Prancis untuk terus mempererat hubungan dengan Indonesia di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong pertukaran pengetahuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menghasilkan berbagai solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan global.
Sebagai lembaga penelitian publik Prancis yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, IRD telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia selama hampir lima dekade. Berbagai program yang dijalankan bersama telah berkontribusi pada penguatan kapasitas penelitian, pengembangan sumber daya manusia, hingga penyediaan dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan publik.
Pemerintah berharap momentum 50 tahun kehadiran IRD di Indonesia dapat menjadi titik awal bagi lahirnya kolaborasi riset yang lebih luas, strategis, dan berkelanjutan, sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.










