TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) terus dipercepat. Rest area pertama di ruas tol tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), meskipun pembangunan fasilitas permanen masih berlangsung.
Pembangunan rest area kembar di KM 203+800 Jalur A dan B dilaksanakan Kementerian PU melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna tol sekaligus mendukung keselamatan perjalanan jarak jauh.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tol harus diikuti penyediaan fasilitas pendukung yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jalan tol tidak hanya dibangun untuk mempercepat waktu tempuh, tetapi juga harus memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna. Karena itu, penyediaan tempat istirahat menjadi bagian penting dari pelayanan jalan tol, terutama saat volume kendaraan meningkat pada masa libur panjang,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, rest area memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi pengendara untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Rest Area Disiapkan untuk Layani Pemudik Nataru
Kedua rest area di KM 203+800 direncanakan memiliki sejumlah fasilitas, antara lain area parkir, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), masjid, toilet, minimarket, serta area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kuliner.
Pada masa fungsional Nataru 2026/2027, prioritas utama diarahkan pada kesiapan akses masuk dan keluar serta area parkir yang aman bagi kendaraan. Adapun fasilitas pelayanan dasar akan disesuaikan dengan kesiapan di lapangan.
Sejumlah fasilitas sementara yang dapat disediakan meliputi toilet portabel, minimarket bergerak menggunakan truk, area UMKM, SPBU modular untuk rest area tipe A, serta musala sementara menggunakan tenda.
Dengan skema tersebut, pengguna jalan diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar perjalanan tanpa harus keluar dari jalan tol. Ketersediaan tempat beristirahat juga diharapkan membantu pengendara menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
Progres Pembangunan Capai 66,92 Persen
Berdasarkan data progres per 11 Oktober 2026, pembangunan Rest Area Kembar Cisumdawu telah mencapai 66,92 persen. Luas lahan yang disiapkan mencapai 10 hektare untuk Jalur A dan 9,5 hektare untuk Jalur B.
Pekerjaan konstruksi masih berlangsung, mencakup penataan jalan dan area parkir, pembangunan gedung, serta penyelesaian fasilitas pendukung. Sejumlah pekerjaan lainnya juga dipercepat, termasuk penggalian area shuttle bus, pengecoran perkerasan beton untuk kendaraan kecil dan besar, pemadatan lahan, serta pembangunan akses keluar menuju SPBU.
Dody menekankan pentingnya memastikan kesiapan fasilitas yang akan digunakan masyarakat selama masa fungsional. Menurutnya, aspek keselamatan, kelancaran akses, dan kenyamanan pengguna harus menjadi perhatian dalam penyelesaian pekerjaan.
“Yang kami utamakan adalah fasilitas yang dibuka untuk masyarakat benar-benar siap digunakan dan memenuhi kebutuhan dasar perjalanan. Pelaksanaannya harus memperhatikan keselamatan, sehingga pengguna jalan dapat beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Dody.
Kementerian PU menargetkan pembangunan permanen kedua rest area tersebut rampung pada 2027. Selain melengkapi pelayanan di Tol Cisumdawu, keberadaan rest area diharapkan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan memperkuat kegiatan ekonomi di wilayah sekitar.
Dengan percepatan pembangunan dan persiapan operasional, Kementerian PU berharap perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.









