TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa infertilitas bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi juga menjadi isu strategis yang berkaitan dengan masa depan demografi Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Klinik Yasmin Kencana RSM, Wamenkes menyampaikan bahwa berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1 dari 6 pasangan usia subur di dunia mengalami infertilitas. Di Indonesia, angka tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15 persen atau setara kurang lebih 6 juta orang.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan reproduksi, khususnya klinik fertilitas, memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.
Ia juga menyoroti tren penurunan laju pertumbuhan penduduk Indonesia, dari 2,15 persen menjadi 2,11 persen. Penurunan ini dinilai perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan ketersediaan generasi produktif di masa depan.
“Pertumbuhan ini harus kita jaga supaya kita mempunyai generasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Kalau generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 sebagai masa Indonesia Emas,”kata Wamenkes Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 26 Mei 2026.
Dengan kondisi tersebut, Wamenkes menilai penguatan layanan fertilitas menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan demografi nasional menuju Indonesia Emas 2045.










