TVRINews, Tulungagung
Pondok Pesantren Darussalam di Kampungdalem, Kabupaten Tulungagung, terus mengembangkan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat. Melalui berbagai unit usaha yang dikelola bersama para santri, pesantren ini berupaya membangun kemandirian ekonomi sekaligus membekali santri dengan keterampilan kewirausahaan. Salah satu produk unggulannya adalah Arabian Food, yang menghadirkan cita rasa khas Timur Tengah dalam kemasan praktis.
Pondok Pesantren Darussalam berdiri pada 2015 dengan jumlah santri yang masih terbatas. Sejak awal, pesantren ini fokus menyelenggarakan program Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an dan Pondok Pesantren Putra Nahwu Sharaf. Seiring bertambahnya jumlah santri dan kebutuhan sarana pendidikan yang lebih memadai, pengembangan pesantren dilakukan di wilayah Ringinpitu, Tulungagung.
Di lokasi tersebut, pesantren mengembangkan pendidikan formal melalui SMPIT dan terus berinovasi menjawab kebutuhan zaman. Pada 2026, Pondok Pesantren Darussalam bergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Melalui program ini, pesantren mengembangkan pendidikan berbasis kewirausahaan dengan membuka jenjang SMAIT Entrepreneur.
Kehadiran OPOP menjadi langkah strategis dalam mengolaborasikan keterampilan santri dengan aktivitas koperasi pesantren sehingga tercipta ekosistem usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Bersama OPOP Jawa Timur, Pondok Pesantren Darussalam mengembangkan sejumlah produk unggulan, yakni Anjum Arabian Food dan Sya’bana Water. Anjum Arabian Food hadir dalam kemasan siap masak dengan lima varian menu khas Timur Tengah yang praktis dan mudah disajikan. Selain itu, tersedia pula varian Kabuli yang siap santap.
Sementara itu, Sya’bana Water menjadi produk air minum dalam kemasan yang turut mendukung pengembangan usaha pesantren. Di antara berbagai produk tersebut, Arabian Food menjadi unggulan karena menawarkan cita rasa autentik Timur Tengah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan makanan praktis dan berkualitas.
Pengurus Pondok Pesantren Darussalam Tulungagung, Ning Etik, mengatakan kehadiran OPOP Jawa Timur memberikan manfaat besar bagi pengembangan usaha pesantren. Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkuat kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai pihak yang mendukung kemajuan ekonomi pesantren.
“Banyak harapan kami dengan hadirnya OPOP, salah satunya pendampingan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Selama beberapa bulan bergabung, kami merasakan banyak manfaat. Kami menjadi lebih dekat dengan Dinas Koperasi Kabupaten, memperoleh berbagai fasilitas pelatihan, serta mampu membangun jaringan pemasaran yang lebih luas. Ini manfaat nyata yang kami rasakan. Matur suwun OPOP Jatim,” ujar Ning Etik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengapresiasi langkah Pondok Pesantren Darussalam dalam mengembangkan unit usaha berbasis pesantren melalui produk Arabian Food dan Sya’bana Water. Menurutnya, semangat inovasi yang ditunjukkan pesantren menjadi bukti bahwa santri mampu menjadi pelaku usaha yang produktif dan mandiri.
“OPOP hadir untuk mendampingi pesantren agar memiliki ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Kami bersyukur melihat Pondok Pesantren Darussalam mampu memanfaatkan berbagai program pendampingan dan pelatihan untuk mengembangkan usahanya. Semoga Arabian Food dan produk lainnya semakin dikenal masyarakat serta menjadi sumber kemandirian ekonomi bagi pesantren dan santri,” kata Gus Ghofirin.
Dengan dukungan OPOP Jawa Timur, Pondok Pesantren Darussalam optimistis dapat terus mengembangkan produknya dan memperluas jangkauan pasar. Masyarakat yang ingin memperoleh produk Anjum Arabian Food maupun Sya’bana Water dapat langsung mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam di Tulungagung.










