TVRINews, Jakarta
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026 resmi bergulir. Di mana kegiatan tersebut, merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu untuk pertama kalinya menghadirkan kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan berprestasi di lingkungan perguruan tinggi.
Pembukaan Pilmapres Nasional 2026 berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten. Di mana, ada sebanyak 54 mahasiswa dari 31 perguruan tinggi berhasil melaju ke tingkat nasional yang terdiri atas 19 finalis Program Sarjana, 19 finalis Program Diploma, serta 16 finalis kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi yang lolos melalui seleksi berjenjang.
Koordinator Kemahasiswaan Ditbelmawa, Sukino, mengatakan kehadiran kategori baru tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan talenta mahasiswa di Indonesia.
Menurutnya, Pilmapres tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mendorong lahirnya mahasiswa yang memiliki kepemimpinan, integritas, kreativitas, serta kepedulian terhadap persoalan di masyarakat.
“Pilmapres tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya menghadirkan kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Prestasi tidak ditentukan oleh kondisi, melainkan oleh semangat, dedikasi, kreativitas, dan kontribusi kepada masyarakat,” kata Sukino dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Andrey Andoko, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pilmapres Nasional 2026. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah lahirnya kolaborasi dan jejaring antarmahasiswa dari berbagai daerah.
Rangkaian Pilmapres berlangsung pada 4–8 Agustus 2026. Selama kompetisi, peserta akan menjalani berbagai tahapan penilaian, mulai dari presentasi karya, pemaparan gagasan kreatif dan inovasi, wawancara, hingga kemampuan berbahasa Inggris, sesuai dengan kategori masing-masing.
Selain menentukan mahasiswa terbaik tingkat nasional, Pilmapres juga dirancang sebagai ruang pengembangan diri bagi para peserta melalui pertukaran pengalaman, kolaborasi lintas perguruan tinggi, serta penguatan jejaring antarmahasiswa.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, Ditbelmawa berharap Pilmapres dapat melahirkan generasi muda yang adaptif, inovatif, berkarakter, dan memiliki daya saing global, sekaligus memperkuat budaya prestasi yang inklusif di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.









