TVRINews – Lombok Tengah, NTB
Empat Puluh Rumah Adat Terbangun Pasca-Kebakaran, Aktivitas Ekonomi Kreatif Warga Mulai Bangkit
Upaya pemulihan fisik dan ekonomi warga Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan kemajuan signifikan pasca-insiden kebakaran akhir Agustus lalu. Usai masa tanggap darurat resmi berakhir pada 20 September 2026, fokus penanganan kini sepenuhnya beralih ke tahap rekonstruksi pemukiman dan pemulihan mata pencaharian warga lokal.
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga pemerintah pusat kembali diperkuat guna memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai standar keselamatan tanpa merusak identitas budaya kawasan destinasi pariwisata tersebut.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen mengawal seluruh alur pendanaan, perancangan arsitektur, hingga kepastian tenggat waktu pengerjaan di lapangan.
"Kemenko Perekonomian mengoordinasikan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta pemangku kepentingan terkait. Ini dilakukan untuk mematikan alokasi anggaran, rancangan bangunan, jadwal penuntasan, hingga pembagian tugas agar pembangunan kembali kawasan ini berjalan optimal," ujar Susiwijono saat meninjau langsung lokasi terdampak bersama perwakilan Pemprov NTB, dikutip MInggu 11 Oktober 2026.
Guna menjaga kelancaran alokasi bantuan finansial, mekanisme penyaluran donasi publik kini telah dipusatkan melalui rekening khusus. Skema ini dirancang agar setiap kepala keluarga penerima manfaat dapat menerima bantuan secara akuntabel dan tepat sasaran.
Dari aspek infrastruktur, rancangan arsitektur pemukiman kembali disusun oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tim ahli dari Universitas Mataram serta tokoh adat setempat.
Pelaksanaan konstruksi dilaporkan mendapat pendampingan teknis langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Fokus utama saat ini adalah menerapkan desain fisik rumah adat dan fasilitas umum, melengkapi infrastruktur utilitas dan keamanan, serta menggerakkan kembali roda perekonomian warga dengan mempertahankan karakter historis Sade," kata Susiwijono menambahkan.
Hingga Jumat 9 Oktober 2026, sebanyak 40 unit dari total 75 rumah adat yang terdampak telah selesai dibangun kembali hingga tahap pemasangan atap. Pembangunan sarana penunjang seperti rumah ibadah, museum kawasan, balai warga, dan fasilitas sanitasi umum juga mulai dikerjakan secara paralel.
Seiring berlangsungnya perbaikan fisik, denyut perekonomian warga Sade tercatat mulai kembali bergerak. Pembagian bantuan modal kerja, alat produksi, serta bahan baku kerajinan dari Kementerian Pariwisata menjadi pendorong utama pulihnya aktivitas ekonomi warga berbasis kearifan lokal.










