TVRINews, Jakarta
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih dirasakan masyarakat. Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang bahkan mengganggu jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama satu bulan ke depan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penanganan karhutla akan terus dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk mendukung upaya pemadaman dengan operasi modifikasi cuaca.
“Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras melakukan dukungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 11 Oktober 2026.
BNPB mengambil langkah tersebut dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan diperkirakan mulai berpeluang turun pada pekan ketiga Oktober 2026, meskipun awal turunnya hujan dapat bergeser hingga pekan ketiga November.
Kondisi ini membuat upaya pengendalian kebakaran masih perlu diperkuat, terutama selama wilayah terdampak belum mendapatkan curah hujan yang memadai.
Dampak karhutla terlihat dari kondisi jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, jarak pandang di bandara tersebut tercatat kurang dari 1.000 meter sejak pukul 07.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Kabut asap yang bertahan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Di sisi lain, jarak pandang di Bandara Depati Amir masih berada di atas 1.800 meter. Kondisi tersebut mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dari bandara itu untuk menjangkau wilayah sasaran di Sumatera Selatan.
Dalam pelaksanaannya, OMC memanfaatkan potensi awan yang memenuhi persyaratan meteorologis untuk dilakukan penyemaian. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla.
Sebelum rencana operasi berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, BNPB telah melaksanakan penyemaian awan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, satu sorti penerbangan dilakukan dengan sasaran Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin. Dalam kegiatan tersebut, pesawat membawa dan menyebarkan sebanyak 1.000 kilogram bahan semai.
Operasi kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 10 Oktober 2026 melalui dua sorti penerbangan. Penyemaian pertama diarahkan ke wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, sementara penerbangan kedua menyasar Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu.
Masing-masing penerbangan membawa 1.000 kilogram bahan semai untuk mendukung upaya peningkatan potensi hujan di kawasan terdampak.
BNPB menargetkan dukungan penanganan melalui OMC dapat membantu mengurangi dampak karhutla. Namun, efektivitas penyemaian tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai.
Masyarakat di Sumatera Selatan diimbau tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Sementara itu, upaya pemadaman dan penanganan karhutla terus menjadi prioritas selama ancaman asap masih berlangsung.










