TVRINews – Jakarta
Pemerintah pastikan pemerataan energi jangkau seluruh pelosok negeri demi dongkrak kualitas hidup masyarakat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur ketenagalistrikan tetap menjadi agenda strategis nasional guna memastikan tidak ada warga yang luput dari akses energi.
Pasokan listrik yang handal kini dipandang sebagai pilar esensial yang menopang sektor pendidikan, kesehatan, serta roda perekonomian harian warga.
Dwi Anggia selaku Juru Bicara Kementerian ESDM menjelaskan bahwa dampak dari kendala distribusi energi dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas. Menurutnya, orientasi penyediaan tenaga listrik saat ini telah bergeser jauh melampaui fungsi dasar penerangan semata.
"Kita memahami ketika listrik padam atau layanan listrik terganggu, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat luas. Karena kalau kita berbicara listrik hari ini tidak hanya berbicara soal penerangan, tapi kita berbicara mengenai akses pendidikan yang lebih baik, bekerja, berusaha, dan bahkan untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik. Karena itu, keandalan layanan listrik adalah hal yang terus menjadi perhatian dan prioritas pemerintah," ujar Dwi Anggia melalui keterangan resmi siaran pers bersama Kementerian ESDM dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta yang dikutip Jumat 11 september 2026.
Lebih lanjut, kebijakan ini merupakan bagian dari pengejawantahan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas penetrasi energi secara berkeadilan. Negara memandang pembangunan jaringan listrik tidak sekadar urusan teknis pemasangan instalasi fisik, melainkan instrumen pemerataan kesejahteraan sosial.
"Membangun listrik bukan semata membangun jaringan atau memasang tiang, tapi kita membangun akses untuk kesehatan yang lebih baik, akses untuk pendidikan, dan akses bagi masyarakat untuk bisa belajar, bekerja, dan berkembang lebih baik," imbuh Dwi Anggia.
Melalui langkah akselerasi tersebut, pemerintah optimistis disparitas akses energi antarwilayah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membuka peluang yang setara bagi seluruh warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.










