TVRINews, Malang
Presiden RI Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada tahun 2050 mendatang. Optimisme tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia yang digelar di Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Presiden Prabowo, berbagai proyeksi lembaga internasional menunjukkan Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi global apabila mampu menyiapkan sumber daya manusia sejak dini.
"Tahun 2050, Tiongkok nomor satu, Amerika nomor dua, India nomor tiga, Indonesia nomor empat. Kita nanti berada di atas Jepang, Inggris, Brasil, Prancis, dan Jerman," ujar Presiden Prabowo, Jumat, 17 Juli 2026.
Presiden Prabowo menegaskan pencapaian tersebut hanya dapat diraih apabila pemerintah mampu meningkatkan kualitas generasi muda, menghapus kemiskinan, dan memastikan seluruh masyarakat memperoleh kehidupan yang layak.
"Kalau kita sekarang tidak mengurus anak-anak itu, bagaimana mereka akan menjadikan Indonesia negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem," kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara menilai kesejahteraan masyarakat merupakan fondasi utama kekuatan bangsa. Karena itu, pembangunan sektor pangan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial harus berjalan beriringan dengan penguatan pertahanan negara.
"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam dengan bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini," ucap Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur dasar dan ketahanan pangan.
Ia menyebut keberadaan aparat negara di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa TNI dan Polri tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Hari ini saya bangga dan merasa terharu. TNI membangun ribuan jembatan, Polri juga membangun ribuan titik air bersih. Kita bersama-sama mengatasi kesulitan rakyat," tutur Presiden Prabowo.
Panen Raya Serentak yang digelar di berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi lintas kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para petani di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar target swasembada pangan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.










