TVRINews, Pasuruan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengajak seluruh orang tua atau wali murid Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan untuk berkomitmen kuat segera mandiri dan melepaskan diri dari ketergantungan bantuan sosial (bansos).
Komitmen bersama ini ditekankan sebagai bagian dari strategi integrasi program pendidikan anak dan pemberdayaan ekonomi keluarga guna memutus rantai kemiskinan secara permanen.
Ajakan tersebut disampaikan Mensos Gus Ipul dan langsung disambut dengan kesediaan penuh oleh para orang tua siswa dalam acara Open House Sekolah Rakyat yang berlangsung di Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.
“Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos,” ucap Gus Ipul diikuti secara serentak oleh para orang tua siswa yang hadir.
Melalui program terintegrasi ini, selain anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan gratis yang berkualitas, para orang tua juga akan diberikan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Pendekatan menyeluruh ini dilakukan agar keluarga penerima manfaat benar-benar mandiri secara finansial.
Kegiatan Open House tersebut berlangsung meriah dengan diawali penampilan baris variasi oleh siswa SRMP 28 Pasuruan, pertunjukan tari Onclang Kidang oleh SRT 48 Pasuruan, serta penampilan pidato tiga bahasa dan paduan suara.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyempatkan diri melakukan tur singkat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat guna memberikan pemahaman langsung kepada calon siswa mengenai kehidupan dan fasilitas yang akan mereka nikmati. Gus Ipul juga menyempatkan diri berdialog interaktif dengan komandan baris variasi, Rachmad Albi Fakhri yang baru berusia 15 tahun.

“Senang di Sekolah Rakyat?” tanya Gus Ipul.
“Senang sekali,” jawab Albi.
“Kenapa senang?”
“Karena banyak teman dan semua baik kepada saya,”
Kisah menyentuh juga datang dari Mai Nur Shafa (12), seorang siswi pembaca puisi yang sempat menitikkan air mata di atas panggung karena menaruh rindu mendalam kepada orang tuanya yang merantau sejak ia kelas 1 SD. Shafa mengaku dirawat oleh neneknya sejak usia 2 tahun, namun tetap memiliki tekad kuat menjadi dokter demi membahagiakan orang tuanya.
“Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku.”
“Teman-teman kita yang semangat ya. Belajar yang serius agar bisa mencapai cita-cita kita,” ajak Shafa dengan raut muka penuh harapan.
“Padahal belum bertemu orang tuanya tapi tetap ingin membahagiakan mereka. Luar biasa Shafa ini,” puji Gus Ipul dengan raut wajah bangga.
Mensos kemudian memperkenalkan slogan penyemangat baru bagi seluruh instansi sekolah tersebut agar terus memotivasi kepercayaan diri anak didik.
“Sekarang ada satu slogan baru yang harus selalu diingat. Kalau saya mengatakan "Siswa Sekolah Rakyat", kalian menjawab: "Setiap siswa berharga!” ajak Gus Ipul.
“Karena di Sekolah Rakyat, tidak ada anak yang dianggap gagal. Tidak ada anak yang dianggap bodoh. Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing.”
Sekolah Rakyat berkomitmen untuk menjangkau anak-anak yang sebelumnya kehilangan hak belajar karena faktor ekonomi. Salah satunya adalah Muhammad Dafa Maulana (16), seorang calon siswa yang sempat putus sekolah sejak usia dini.

“Dafa, benar kamu pernah putus sekolah? Putus sekolah sejak kelas berapa?” tanya Gus Ipul.
“Kelas dua SD.”
Mendengar pengakuan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar mendirikan bangunan fisik sekolah, melainkan berfokus untuk membangun masa depan anak-anak generasi penerus bangsa Indonesia. Ia berkomitmen penuh memastikan anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikan kelayakan.
“Negara harus memberi kesempatan. Dan negara harus memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup Gus Ipul.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo beserta jajaran Pemkot Pasuruan atas sinergi yang luar biasa dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyambut hangat kehadiran program ini dan menyatakan komitmen penuh pemerintah kota untuk mengawal keberlanjutan Sekolah Rakyat secara optimal di wilayahnya.
“Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak anak kita selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah,” katanya.










