TVRINews, Bogor
Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong menggelar Bakti Sosial Terpadu yang menyasar kurang lebih 270 Penerima Manfaat (PM) di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 ini menghadirkan berbagai layanan sosial dan kesehatan terintegrasi dengan total nilai bantuan mencapai Rp549.019.000 guna menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Mengusung tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, rangkaian bakti sosial ini meliputi penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi, program tebus ijazah, operasi katarak, hingga khitanan massal.
“Bakti Sosial Terpadu merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Hasim dalam keterangannya dikutip, Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Hasim, Kemensos terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan pada momentum bakti sosial, tetapi juga melalui berbagai program rehabilitasi sosial yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Hasim mengapresiasi pemerintah daerah serta berbagai pihak yang telah ikut berkolaborasi dalam mensukseskan penyelenggaraan bakti sosial ini.
“Sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, dan berbagai mitra menjadi kunci dalam menghadirkan layanan sosial dan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam penyaluran bantuan ATENSI, Kemensos berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor menyalurkan bantuan kepada 143 PM. Jumlah tersebut terdiri dari 8 orang anak, 21 orang kelompok rentan, 26 orang korban penyalahgunaan NAPZA, 35 orang dengan HIV, 25 orang penyandang disabilitas, dan 28 orang lanjut usia.
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima, meliputi 68 paket bantuan nutrisi serta 74 paket perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis. Selain itu diserahkan juga berbagai alat bantu mobilitas dan kesehatan seperti 28 kursi roda dewasa, alat bantu dengar, tabung oksigen, kaki dan tangan palsu, korset penyangga, tongkat bantu jalan, hingga 13 paket bantuan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Di samping penyaluran bantuan, terdapat pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi melalui program STIS Go to Community kepada 103 PM di LKS PPDI dan LKS Candra Naya. Layanan edukasi tersebut meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi psikososial mengenai pencegahan kekerasan di ranah daring, serta terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus.
Kemensos juga melaksanakan program Tebus Ijazah bagi 21 anak lulusan SMP dan SMK. Melalui program ini, seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat membuka kembali kesempatan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Sementara itu dalam layanan kesehatan medis, Kemensos melaksanakan operasi katarak gratis. Sebanyak 21 orang dari 42 pendaftar dinyatakan lolos skrining kesehatan dan menjalani operasi katarak di Klinik Mata Dokter Hasni Ainun Habibie. Pada saat yang sama, sebanyak 62 anak juga difasilitasi untuk menjalani khitanan massal di Rumah Sunat Estetika.
Seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, serta berbagai mitra. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup serta keberfungsian sosial para penerima manfaat.










