TVRINews, Jakarta
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut, jika almarhum Ryamizard Ryacudu merupakan sosok prajurit yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pengabdian kepada negara. Hal tersebut, diungkapkan usai mempimpin upacara pemakaman.
Tak hanya itu, ia juga menilai jika almarhum merupakan prajurit yang tidak pernah mengharapkan balasan atas tugas dan pengorbanan yang telah diberikan selama bertahun-tahun mengabdi di lingkungan TNI.

“Kita baru saja memakamkan seorang prajurit yang tidak menuntut balas jasa. Dari pangkat muda sampai pangkat tua, beliau terus di lapangan,” kata Sjafrie pada Senin, 1 Juni 2026.
Ia menuturkan, jika Ryamizard bukan hanya seorang pemimpin militer, tetapi juga teladan bagi para prajurit. Sikap tegas yang dimiliki almarhum, menurutnya, selalu dibarengi dengan komitmen menjaga integritas dan menolak segala bentuk tindakan yang melanggar aturan.
“Beliau jadi contoh bagi prajuritnya. Tidak suka tindakan-tindakan ilegal. Ini harus menjadi teladan bagi prajurit TNI AD dan seluruh prajurit TNI,” ujarnya.
Sjafrie mengaku memiliki hubungan yang panjang dengan Ryamizard. Keduanya saling mengenal sejak masih menjadi perwira muda hingga sama-sama menyelesaikan masa pengabdian di militer. Selama itu pula, ia melihat konsistensi almarhum dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara.
“Saya tidak pernah merasakan perubahan dedikasi dan pengabdian beliau kepada negara,” ucapnya.
Atas dedikasi tersebut, Sjafrie menilai negara memiliki alasan kuat untuk memberikan penghormatan kepada Ryamizard yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan Menteri Pertahanan.
“Negara perlu menyampaikan penghormatan kepada almarhum. Beliau prajurit teladan dan bisa menjadi contoh bagi seluruh anggota TNI,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga mengenang salah satu prinsip kepemimpinan yang kerap disampaikan Ryamizard kepada para bawahannya. Pesan tersebut, menurutnya, mencerminkan karakter seorang pemimpin yang selalu menempatkan kepentingan prajurit di atas dirinya sendiri.
“Kalau berhasil dalam tugas, yang berhasil itu prajurit, bukan komandan. Tapi kalau tidak berhasil, komandan yang bertanggung jawab,” tukasnya
Diinformasikan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu 31 Mei 2026.










