
Foto: Yanto (55) (Dok. TVRINews.com/Christhoper Natanael Raja)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bogor
Di tengah riuhnya lalu lintas kawasan Simpang Gadog, seorang pria paruh baya tampak sabar menunggu penumpang di sudut jalan.
Namanya Yanto, pria berusia 55 tahun yang telah lama tinggal di Gadog bersama istrinya. Anak-anaknya telah berkeluarga dan hidup terpisah, namun Yanto tetap menjalani hari-harinya dengan semangat yang tak surut.
Sehari-hari, Yanto menjalankan usaha warung kelontong kecil di rumahnya. Namun, ketika libur panjang datang dan lalu lintas memadati jalur Puncak, ia menyempatkan diri untuk mengojek.
“Ngga selalu (ngojek waktu libur panjang), kadang-kadang saja. Kalau lagi ada waktu senggang nyari-nyari buat tambahan,” ujar Yanto ketika ditemui oleh tvrinews.com di Simpang Gadog, Sabtu, 10 Mei 2025.
Dari kegiatan mengojek, Yanto bisa memperoleh penghasilan tambahan sekitar Rp50.000 hingga Rp75.000 per hari.
Ia biasa mengantar penumpang ke berbagai tujuan wisata seperti Cipanas, Cianjur, hingga Taman Safari. Meski sudah hafal berbagai rute alternatif, Yanto mengaku jarang diminta menjadi pengarah jalan.
“Paling lewat jalan Ciawi. Seringnya ya cuma ngojek biasa,” kata Yanto sambil tersenyum.
Dalam kesederhanaannya, Yanto menjadi cerminan dari banyak pekerja informal yang tetap berjuang di tengah hiruk pikuk pariwisata dan kemacetan.
Ia tidak hanya mengantarkan penumpang ke tempat tujuan, tapi juga membawa cerita kecil tentang ketekunan dan harapan.
Sementara itu, situasi terkini di Simpang Gadog menunjukkan lonjakan volume kendaraan yang signifikan.
Kepolisian setempat memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, destinasi favorit saat musim libur panjang.
Langkah ini juga dibarengi dengan penerapan sistem ganjil genap. Pada Sabtu, 10 Mei 2025, hanya kendaraan berpelat nomor genap yang diperbolehkan melintasi jalur utama Puncak.
Kendaraan dengan pelat ganjil diarahkan untuk putar balik dan disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Ciawi.
Bagi Yanto, kemacetan bukan sekadar hambatan, tapi peluang untuk tetap bergerak, bekerja, dan berharap.
Baca Juga: Tabrakan Kecil Picu Kemacetan Panjang di Jalur Puncak
Editor: Redaktur TVRINews
