TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekosistem musik dan seni pertunjukan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan ruang apresiasi, kreativitas, edukasi, dan regenerasi bagi para pelaku seni.
Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat membuka Satu Dekade Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFEST) 2026 di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Fadli Zon mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan IDPFEST yang telah memasuki tahun ke-10. Menurutnya, keberlanjutan festival selama satu dekade menjadi pencapaian yang luar biasa sekaligus dapat menjadi ruang lahirnya talenta-talenta musik baru di Indonesia.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa bisa sustainable selama 10 tahun berturut-turut. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu source (lahirnya) talenta musisi kita ke depan. Dan masih banyak yang berusia sangat belia, sangat muda, kesempatan ke depan masih banyak,” kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Kemenbud, Senin, 7 September mendatang 2026.
Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan siap memfasilitasi dan menjalin kerja sama dalam pengembangan ekosistem musik nasional. Salah satunya dengan mendorong kekayaan musik tradisi Indonesia agar semakin dikenal di tingkat dunia.

[Foto: TVRINews/HO-Kemenbud]
Ia menilai keragaman musik tradisional Indonesia, termasuk alat musik perkusi dan musik tabuh dari berbagai daerah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi dan kreasi baru.
“Kekayaan musik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, terutama dari ekspresi-ekspresi budaya, mulai dari alat-alat musik tradisi yang tadi hanya sebagian kecil yang dipertontonkan, dari musik perkusi, tabuh, dan juga dikombinasi dengan musik-musik tabuh. Ini merupakan satu akulturasi yang sangat menarik menjadi satu sajian yang,” jelasnya.
Menurut Fadli, pengembangan musik perkusi juga perlu diarahkan ke panggung internasional. Kementerian Kebudayaan akan mendorong keterlibatan musisi perkusi Indonesia dalam berbagai festival internasional sebagai salah satu cara memperkenalkan instrumen tradisional kepada masyarakat dunia.
“Alat perkusi (tradisional) kita juga perlu terus diperkenalkan di tengah-tengah peradaban dunia,” tegas Menbud Fadli Zon.
IDPFEST 2026 mengangkat tema “Dari Alam menjadi Musik Indonesia”. Festival yang digagas pemusik sekaligus aktor Ekki Soekarno tersebut memasuki satu dekade penyelenggaraan dengan menggabungkan unsur kreativitas, edukasi, apresiasi, dan regenerasi dalam seni musik perkusi.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan upaya Kementerian Kebudayaan dalam mendorong pemajuan kebudayaan nasional, khususnya melalui pelestarian sekaligus pengembangan seni pertunjukan.
Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, Direktur Event Nusantara Kementerian Pariwisata Euis Rohaeti, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu, serta Pendiri Sinergy For Indonesia Ahmad Doli.
Keragaman bentuk, bunyi, dan tradisi perkusi dari berbagai daerah menjadi bagian dari identitas Indonesia sebagai negara megadiversity. Melalui IDPFEST, kekayaan tersebut diharapkan terus dihidupkan oleh generasi muda melalui kolaborasi karya sekaligus memperkuat ekosistem seni pertunjukan nasional.










