TVRINews, Jakarta
Operasi SAR di kawasan Gunung Dukono, Maluku Utara, kembali difokuskan pada pencarian dua pendaki asal Singapura yang hilang sejak erupsi terjadi pada Jumat (8/5). Kedua pendaki, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), diduga tertimbun material pasir vulkanik.
Tim SAR sebelumnya menemukan satu pendaki warga negara Indonesia, Enjel, dalam kondisi meninggal dunia. Tak jauh dari lokasi penemuan jasad tersebut, tim mendapati dua titik timbunan pasir yang kini menjadi fokus penyisiran.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan temuan itu memperkuat dugaan bahwa dua pendaki asing tersebut tertimbun pascaerupsi.
“Dalam radius sekitar tiga meter dari korban pertama, tim menemukan dua timbunan pasir. Indikasinya kuat mengarah pada lokasi dua pendaki lain yang belum ditemukan,” ujar Abdul Muhari, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menambahkan, operasi penyisiran dilakukan terbatas karena kondisi gunung masih sangat aktif.
“Cuaca mulai gelap dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi. Tim harus mempertimbangkan keselamatan seluruh personel,” tegasnya.
Erupsi Dukono membuat puluhan pendaki sempat terjebak di jalur pendakian yang tertutup material vulkanik dengan ketebalan bervariasi. Hingga saat ini, 17 pendaki sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari tujuh warga negara asing dan sepuluh warga negara Indonesia.
Gunung Dukono sendiri telah dinyatakan tertutup sejak April 2026 akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Namun, saat erupsi terjadi, sejumlah pendaki masih berada di kawasan tersebut.










