TVRINews, Jakarta
Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantau dan mendatangi langsung anak-anak korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendapat sorotan dari akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Wahyu Ario Pratomo. Pemulihan kesehatan mental serta pemeriksaan medis lanjutan dinilai menjadi kunci utama penanganan kasus ini.
Wapres Gibran sebelumnya memastikan pelayanan kesehatan, kelengkapan obat-obatan, hingga mengerahkan dokter pribadinya di Karo untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Bahkan, salah satu korban telah diberangkatkan ke Jakarta guna mendapatkan perawatan intensif.

“Kunjungan Wakil Presiden Gibran langsung ke Karo sebagai langkah yang penting dan tepat, terutama karena kasus ini menyangkut keselamatan anak-anak dan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Wahyu.
Wahyu menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap korban tidak boleh berhenti setelah kunjungan usai. Tolok ukur keberhasilan penanganan terletak pada pemulihan fisik dan psikologis anak secara tuntas.
“Pemerintah perlu memastikan pemulihan tidak berhenti pada penanganan akut, tetapi mencakup pemeriksaan lanjutan, pemantauan kesehatan dan psikologis, serta kepastian pembiayaan sampai anak benar-benar pulih dan dapat kembali bersekolah secara normal,” ujarnya.
Selain pemulihan anak, Wahyu mendorong evaluasi menyeluruh terhadap alur pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pengawasan kebersihan makanan agar kejadian serupa tidak berulang.
“Jadi, saya menilai kehadiran Wapres merupakan respons yang baik, tetapi keberhasilannya baru dapat diukur apabila kunjungan tersebut menghasilkan pemulihan korban secara tuntas, pertanggungjawaban yang jelas pada penyebab keracunan, serta perbaikan sistem MBG, agar kejadian serupa tidak berulang,” kata Wahyu.










