TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) akan melalukan kolabotasi strategis yang melibatkan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat. Di mana, rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta.
Ia mengatakan, jika salah satu skema yang tengah dieksplorasi adalah matching antara kampus dan desa, yakni menyesuaikan fakultas atau program studi dengan karakteristik serta potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa. Melalui pendekatan ini, pendampingan diharapkan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kita lakukan matching antara kampus dan desa, fakultas mana yang relevan untuk membantu desa. Ini kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa,” kata Brian Yuliarto kutip Rabu, 16 September 2026.
Menurut Brian, keterlibatan perguruan tinggi akan disusun secara tematik, mulai dari bidang pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan budaya. Dengan demikian, dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi melalui penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat sesuai kompetensi keilmuannya.
Dikesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menilai sinergi tersebut dapat memperkuat berbagai program pembangunan desa yang telah berjalan. Ia menyebut konsep desa tematik menjadi salah satu contoh program yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi.
“Program desa tematik yang sudah berjalan sangat bermanfaat. Seperti desa ekspor, pendapatan masyarakat meningkat pesat,” ujar Yandri.
Selain mendorong peningkatan kapasitas desa, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Desa akan menjadi laboratorium pembelajaran sekaligus mitra dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Kedua kementerian sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui penyusunan bentuk kolaborasi yang lebih konkret. Sinergi Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT diharapkan dapat memperluas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.










