TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong terciptanya ekosistem musik yang inklusif agar musisi jalanan memperoleh kesempatan setara untuk mengembangkan karier dan mendapatkan nilai ekonomi dari karya mereka. Upaya tersebut diwujudkan melalui Aktivasi Musik bertajuk "Pemberdayaan Musisi Jalanan" dalam rangka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026.
Riefky mengatakan, ekonomi kreatif Indonesia tumbuh dari keberagaman talenta dan kreativitas masyarakat, termasuk musisi yang berkarya di jalanan maupun ruang publik. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperluas akses pengembangan kapasitas, pasar, jejaring, serta perlindungan karya bagi para pelaku kreatif.

"Ekonomi kreatif Indonesia tumbuh dari keragaman talenta dan kreativitas masyarakat, termasuk mereka yang berkarya di jalanan dan ruang-ruang publik. Pemerintah berkomitmen membangun ekosistem yang semakin inklusif, agar setiap pelaku kreatif memiliki akses terhadap pengembangan kapasitas, pasar, jejaring, dan perlindungan atas karya mereka," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurutnya, musisi jalanan perlu memperoleh kesempatan untuk berkembang secara profesional, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Riefky juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga pembinaan, dan pelaku industri dalam memperkuat subsektor musik. Sinergi tersebut diperlukan untuk membuka jalur bagi musisi jalanan agar dapat menjangkau pasar musik yang lebih luas.
Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf Cecep Rukendi menilai musisi jalanan memiliki keterampilan dan kreativitas yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan.
"Musisi jalanan harus naik kelas. Mereka bukan sekadar penghibur di ruang publik, tetapi juga kreator yang memiliki karya, keterampilan, dan potensi ekonomi," kata Cecep.
Menurut Cecep, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan berupa akses pembinaan, ruang pertunjukan yang layak, jejaring industri, serta peluang memperoleh penghasilan yang lebih berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Ekraf menghadirkan musisi binaan Institut Musik Jalanan (IMJ), yakni K-Island, Koste Band, dan Nada Gemilang. Acara juga diisi dengan diskusi bersama Rektor IMJ Andi Malewa serta penampilan Felix Irwan, kreator konten musik yang mengawali karier sebagai musisi jalanan di Yogyakarta.
IMJ, yang berdiri sejak 2014 di Depok, Jawa Barat, berfokus pada pemberdayaan musisi jalanan melalui pembinaan dan peningkatan keterampilan. Melalui gerakan "Pengamen Naik Kelas", IMJ mendorong para musisi meningkatkan kemampuan bermusik sekaligus memperluas kesempatan tampil dan bekerja.
Kementerian Ekraf akan terus mendorong sinergi dengan komunitas, lembaga pembinaan, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem musik nasional. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus menciptakan nilai tambah serta peluang kerja bagi masyarakat.










