
Banjir Melanda Kabupaten Gresik, Ribuan Warga Terkena Dampaknya
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Gresik
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Selasa, 25 Februari 2025, pukul 01.45 WIB menyebabkan meluapnya Sungai Lamong dan Sungai Surabaya, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah.
Peristiwa ini menggenangi pemukiman warga di empat kecamatan, yakni Balongpanggang, Binjeng, Driyorejo, dan Wringinanom.
Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 15 desa terdampak banjir, dengan sekitar 4.834 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terendam air.
Selain itu, banjir juga merendam 194 hektare sawah, enam fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan, serta 13 ruas jalan antar kota.
Ketinggian muka air (TMA) tercatat bervariasi antara 20 hingga 100 cm di beberapa titik.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian materil masih dalam tahap pendataan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan asesmen guna mengetahui dampak lebih lanjut serta kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa banjir mulai berangsur surut, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan susulan yang bisa memperburuk keadaan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Jika debit air meningkat, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, menghindari arus deras, serta mengamankan barang-barang berharga.
Masyarakat juga diharapkan memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh BPBD dan BNPB.
Editor: Redaktur TVRINews
