TVRINews, Nganjuk
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan di tingkat desa.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut mampu menciptakan perputaran uang harian yang langsung dirasakan masyarakat desa.
“Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang. 3.000 kali Rp15.000, Rp45.000 kali 3.000, Rp15.000 kali 3.000, ada yang lebih ada yang sedikit berkurang dan sebagainya,” ujarnya kutip Minggu, 17 Mei 2026.
Selain itu, mantan Menhan ini merinci bahwa perputaran tersebut menghasilkan ratusan juta rupiah setiap hari di satu wilayah desa.
“3.000 kali Rp15.000, Rp45 juta tiap hari. Tiap hari,” katanya.
Ia kemudian menjelaskan akumulasi perputaran uang dalam satu bulan hingga satu tahun yang mencapai miliaran rupiah di tingkat desa.
“20 hari kali Rp45 juta berarti Rp900 juta tiap bulan, 12 kali Rp900 juta, 10,8 miliar ya, 10,8 miliar beredar di desa itu,” ujarnya.
Menurutnya, dampak tersebut membuat ekonomi desa menjadi lebih hidup karena berbagai pelaku usaha lokal ikut merasakan manfaat langsung.
“Yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa semua produsen di desa itu hidup,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa keberadaan MBG membantu memperpendek rantai distribusi pangan sehingga masyarakat tidak perlu bergantung pada pasar yang jauh.
“Dan kita bisa patahkan biaya logistik. Nggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desa dia sendiri,” tuturnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu program yang dirancang untuk memperkuat ekonomi rakyat dari level paling bawah.
“Ini adalah dampak dari MBG,” tutupnya.










