TVRINews – Sidoarjo
Alkhalifi Marfen berterima kasih atas menu makanan bergizi di sekolahnya dan menitipkan harapan besar untuk bisa menginjakkan kaki di Istana Negara.
Di tengah kesibukan agenda kenegaraan yang padat, sebuah pesan sederhana bersahaja dari seorang anak berusia 11 tahun berhasil menarik perhatian orang nomor satu di Indonesia.
Surat tulisan tangan tersebut tidak hanya merekam kepolosan seorang anak, tetapi juga potret nyata dari dampak kebijakan sosial yang sedang bergulir.
Alkhalifi Muhammad Marfen, seorang siswa kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menuliskan sepucuk surat yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pesan singkatnya, Marfen mengungkapkan rasa syukur atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi bagian dari kesehariannya di sekolah.
"Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya, karena makanannya bergizi," tulis Marfen dalam surat yang dirilis Minggu Oleh BPMI Setpres.
Surat tersebut sampai ke tangan Presiden Prabowo di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu 16 Mei 2026.
Kunjungan kepala negara saat itu sejatinya beragenda meresmikan Museum Ibu Marsinah sebagai bentuk penghormatan terhadap aktivis buruh nasional serta meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh penjuru negeri.
Namun, di balik formalitas agenda kepresidenan, coretan pena Marfen membawa dimensi kemanusiaan yang mendalam.
Selain menyampaikan apresiasi, bocah tersebut menyisipkan sebuah harapan besar yang jamak diimpikan oleh anak-anak seusianya: kesempatan untuk melihat langsung sang pemimpin negara secara langsung, bukan sekadar melalui layar kaca.
Dalam baris kalimatnya, Marfen mengutarakan impian untuk dapat menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara. Pesan yang sarat akan harapan itu kemudian ditutup dengan doa tulus bagi kesehatan sang Presiden.
"Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV. Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu," lanjut Marfen dalam suratnya.
Dampak Nyata di Bangku Sekolah
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan domestik utama yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo.
Inisiatif sosial ini dirancang dengan cakupan luas, menyasar peserta didik dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA), serta memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.
Bagi para pengamat, surat dari seorang siswa di Sidoarjo ini menjadi indikator bagaimana kebijakan pusat dapat menyentuh aspek emosional masyarakat di tingkat akar rumput.
Bagi Marfen dan jutaan anak lainnya di Indonesia, program pemenuhan nutrisi ini bukan lagi sekadar angka dalam anggaran negara, melainkan manifestasi kehadiran negara yang nyata di atas meja belajar mereka.










