TVRINews, Nganjuk
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan jika beberapa negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil telah meminta pupuk urea dari Indonesia. Bahkan, Indonesia telah menyepakati penjualan sekitar 500 ribu ton urea ke Australia.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk merespons permintaan tersebut.
“Perintah saya jelas, bantu semua. Selama kita mampu, kita harus hadir dan membantu negara lain,” tegasnya kutip Minggu, 17 Mei 2026.
Selain pupuk, permintaan terhadap beras Indonesia juga mengalami peningkatan dari berbagai negara. Hal ini, menurut Presiden Prabowo, menjadi bukti pentingnya upaya swasembada pangan yang selama ini terus didorong pemerintah.
“Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak segera membenahi sektor pertanian. Kita tidak akan berada di posisi seperti sekarang,” imbuhnya
Presiden Prabowo juga optimistis jika Indonesia dapat bangkit di tengah dinamika global, khususnya di sektor pangan dan energi.
Terlebih, lanjut dia di tengah situasi geopolitik seperti konflik di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi dunia, lanjutnya merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan ketahanan nasional.
“Saya bertekad, saya percaya, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit. Sekarang saja sudah terbukti, ketika banyak negara kesulitan akibat konflik di Timur Tengah dan terganggunya jalur seperti Selat Hormuz,” kata dia
Ia juga mengatakan, jika penutupan jalur strategis tersebut berdampak luas, termasuk terhadap pasokan energi dan bahan baku pupuk global. Hal ini terjadi karena sebagian besar pupuk, seperti urea, bergantung pada minyak dan gas.
Di mana, dengan kondisi tersebut Indonesia justru berada pada posisi yang menguntungkan. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah negara kini mulai bergantung pada pasokan pupuk dari Indonesia.
“Saya mendapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara sekarang meminta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, tidak sombong, tetapi kita berada pada posisi yang bisa membantu,” tukasnya










