Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jawa Timur
Pasca gempa bumi yang berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur, ada sebanyak 31 rumah di lima kecamatan mengalami kerusakan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat melakukan pemutakhiran dampak gempa bumi yang terjadi di Jember.
"Hasil pendataan sementara terdapat 31 rumah rusak dengan tingkat kerusakan beragam, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Untuk rinciannya 1 unit rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 22 rusak ringan. Selain itu terdapat 1 unit pondok pesantren dan 1 unit balai Desa Wonoasri rusak ringan," kata Abdul di Jember, Jawa Timur, Kamis (16/12).
Lebih lanjut Abdul menjelaskan ada lima kecamatan yang terdampak peristiwa ini, Desa Ambulu, Desa Sumberejo, Desa Andongsari, Desa Sabrang yang terletak di Kecamatan Ambulu, Desa Wonoasri, Desa Pondokrejo, Desa Curahnongko, Desa Sidodadi di Kecamatan Tempurejo,
Ada juga Desa Dukuhdempok, Desa Kesilir, Desa Lojejer, Desa Tanjungrejo di Kecamatan Wuluhan, Desa Sidomulyo di Kecamatan Silo dan Desa Jambuarum di Kecamatan Puher.
Gempa ini dirasakan disejumlah wilayah dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) seperti MMI V di Kecamatan Puger dan Kabupaten Jember, MMI IV di Tumpakrejo, MMI III di Denpasar, Kuta, Legian dan Badung.
Sementara level MMI II di Banyuwangi, Gresik, Lamongan, Jimbaran, dan Karangates, sedangkan untuk MMI I di Lumajang, Wonogiri, Nusa Penida, Lombok Tengah, Gunung Kidul, Kulon Progo, Cilacap, Banjarnegara dan Bondowoso.
Sebagai upaya percepatan penanganan darurat, pemerintah daerah, tim BPBD Kabupaten Jember dan unit terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Jember sebelumnya pernah diguncang gempa dengan skala magnitudo 5,3 dengan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer yang terjadi pada Senin (13/12).
Menyikapi hal ini, BNPB menghimbau untuk masyarakat tetap tenang dan waspada. Diharapkan tidak mempercayai sumber berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Ketahui jalur evakuasi terdekat dan diskusikan dengan keluarga sebagai upaya mitigasi dalam hal mengantisipasi adanya potensi dampak gempa susulan.










