TVRINews, Paris
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis saat ini telah mencapai puncaknya. Penilaian tersebut disampaikan langsung dalam kunjungan kenegaraannya saat bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh Pemerintah Prancis kepada pemerintah Indonesia.
“Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, penghargaan yang setinggi-tingginya atas penerimaan yang begitu besar, yang begitu baik, penuh kehormatan untuk saya dan delegasi saya,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan Pers Bersama dikutip melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden RI, Kamis.
Hubungan dekat antara kedua negara juga tercermin dari intensitas pertemuan yang terjadi belakangan ini. Presiden Prabowo mengingatkan kembali momen bersejarah tahun lalu ketika Indonesia mendapatkan kehormatan besar dalam perayaan hari nasional Prancis.
“Sebagaimana diketahui, tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Perancis. Dan tahun lalu Indonesia mendapat kehormatan besar, diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, hari Kebangsaan bagi Republik Perancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar,” lanjutnya.
Menurut Kepala Negara, keterlibatan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi yang istimewa di panggung diplomasi internasional. Ia pun menegaskan kesepakatannya dengan Presiden Macron mengenai status hubungan bilateral kedua negara saat ini.
“Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa. Saya sependapat yang mulia, hubungan Indonesia dan Perancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan yang mulia Presiden Macron,” ungkap Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo memuji keberanian dan ketegasan kepemimpinan Presiden Macron dalam menavigasi isu-isu internasional, yang dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh Indonesia.
“Kepimpinan Presiden Macron di dunia internasional terasa bahwa Presiden Macron Republik Perancis selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas, sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Perancis. Dalam beberapa hal, Indonesia dan Perancis memiliki sikap yang sama. Dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik,” jelasnya.
Kontribusi langsung dari Presiden Macron diakui menjadi motor penggerak utama di balik eratnya kerja sama pertahanan, sains, dan teknologi saat ini. Guna memperluas kemitraan ke depan, sektor pendidikan kini menjadi fokus baru, termasuk penerapan pengajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia.
“Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik. Di bidang kerjasama sains dan teknologi juga sangat baik. Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis. Melihat perkembangan dunia ke depan,” tambahnya.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menegaskan komitmen bersama kedua negara untuk menjadi pilar stabilitas dan perdamaian di tengah situasi global yang sedang dilanda berbagai konflik ketegangan.
“Kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik. Kedua negara kita bisa mainkan suatu peranan yang positif. Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian,” pungkas Presiden Prabowo.










