TVRINews, Jakarta
Kementerian Transmigrasi resmi membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mulai 1 Mei hingga 21 Mei 2026. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi transmigrasi melalui pengiriman lulusan perguruan tinggi minimal D4 atau S1 ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.
Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem sumber daya manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional. Pada tahun 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi untuk menjalankan riset, kajian, serta pendampingan masyarakat secara langsung.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan bahwa kehadiran Tim Ekspedisi Patriot membawa dampak nyata bagi masyarakat di kawasan tersebut.
“Kami menerima banyak laporan bahwa kehadiran Tim Ekspedisi Patriot mampu mengobati kerinduan masyarakat akan hadirnya negara dan pemerintah di kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Iftitah dalam keterangannya dikutip, Minggu 3 Mei 2026.
Mentrans menegaskan bahwa fokus program tahun ini telah bergeser dari sekadar pemetaan potensi menjadi aksi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jika sebelumnya berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, kini diarahkan pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Orientasinya adalah aksi nyata di lapangan, termasuk menjawab kebutuhan dasar di kawasan transmigrasi,” jelasnya.
Para peserta akan ditempatkan di berbagai kawasan strategis mulai dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Maluku Utara dan Papua. Program ini juga mencakup kawasan prioritas seperti Barelang di Kepulauan Riau dan Bahari Tomini Raya di Sulawesi Tengah.
Pendaftaran terbuka bagi alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui sepuluh mitra perguruan tinggi utama, di antaranya Universitas Indonesia, UGM, ITB, IPB, Undip, Unpad, ITS, Unair, UB, dan Universitas Hasanuddin.
Menteri Iftitah menambahkan bahwa program ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah maupun masyarakat luas.
“Respons dari pemerintah daerah sangat positif. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot benar-benar dinantikan. Kami juga menerima banyak surat dari masyarakat, termasuk orang tua yang mendorong anak-anaknya untuk bergabung dalam program ini,” tambah Menteri Iftitah.
Melalui program ini, Kementerian Transmigrasi mengajak generasi muda untuk berkontribusi membangun negeri dari kawasan transmigrasi guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.










