TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuturkan jika pembangunan proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung program hilirisasi industri nasional. Di mana, proyek yang memiliki nilai investasi mencapai US$20,9 miliar atau hampir setara Rp340 triliun ini nantinya akan memberikan kontribusi besar terhadap pasokan energi nasional.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika fasilitas yang diproyeksikan nantinya mampu memproduksi lebih dari 9 juta ton LNG, serta menghasilkan kondensat dan produk energi lainnya yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan.
“Saya sangat menghargai dimulainya proyek ini. Investasinya sangat besar, hampir US$21 miliar, dan akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat, dan sebagainya. Ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan,” ujar Prabowo saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia juga menegaskan, jika sampai saat ini pemerintah terus mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan energi yang memadai.
Mantan Menhan ini juga menilai, jika Indonesia memiliki cadangan energi yang cukup besar sehingga mampu melewati masa transisi energi yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah ketidakpastian global, kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan pembangunan.
“Energi kita sangat banyak. Hanya ada masa transisi sekitar dua hingga tiga tahun. Di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan, Indonesia memiliki ketahanan karena kita sudah mengantisipasi dan menyiapkan langkah-langkah agar negara ini tetap berada dalam kondisi yang baik,” tukasnya.










