
Foto: Dok. ASEAN 2023
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Lahirnya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) tidak lepas dari sosok mantan Wakil Presiden ketiga Republik Indonesia Adam Malik.
Pada bulan Agustus 1967, bersama Thanat Khoman (Menteri Luar Negeri Thailand), Narciso Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Menteri Luar Negeri Malaysia) dan S. Rajaratnam (Menteri Luar Negeri Singapura), Adam Malik yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu membahas penyusunan Deklarasi Bangkok yang menjadi cikal bakal lahirnya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Adam Malik Batubara lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 22 Juli 1917, ia mengawali karir sebagai jurnalis dan merupakan salah satu penggagas lahirnya Kantor Berita ANTARA.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Wajah Baru TMII
Sebelumnya, Adam Malik mulai berorganisasi sejak usia muda dan telah memimpin beberapa partai politik di Indonesia. Setelah kemerdekaan pada tahun 1959, Adam Malik diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Rusia dan Polandia.
Tak hanya itu, karir politiknya juga terus berlanjut hingga Adam Malik diangkat ke Kabinet Kerja IV sebagai Menteri Perdagangan dan Wakil Panglima Operasi I Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE). Pada bulan Maret 1965, Adam Malik diangkat menjadi Menteri Koordinator Penyelenggaraan Ekonomi Terpimpin.
Selanjutnya, karir Adam Malik melejit pada tanggal 18 Maret 1966, ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri II (Waperdam II) dan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia pada kabinet Dwikora II. Pada 27 Maret 1966, Adam Malik diangkat menjadi Waperdam Bidang Sosial Politik dan menjabat Menteri Luar Negeri. Hingga saat itu, Adam Malik tercatat sebagai Menteri Luar Negeri terlama kedua setelah Dr. Soebandrio.
Puncak karir Adam Malik adalah ketika ia diangkat oleh MPR sebagai Wakil Presiden Ketiga Republik Indonesia pada tahun 1978 hingga 1983. Ia juga mendapatkan Penghargaan Internasional.
Tak hanya di kancah nasional, kiprah politik Adam Malik juga sangat mendunia. Selain perannya yang krusial dalam lahirnya ASEAN, Adam Malik juga berperan aktif dalam kembalinya Indonesia ke PBB pada tahun 1966.
Hebatnya lagi, pada tahun 1971, Adam Malik terpilih menjadi Ketua Sidang ke-26 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Hal ini menjadikan Adam Malik Batubara sebagai orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB.
Sehingga atas jasa-jasanya, Adam Malik telah banyak menerima penghargaan nasional dan internasional, antara lain Bintang Mahaputera Kelas IV pada tahun 1971, Bintang Adhi Perdana Kelas II (1973), dan Penghargaan Internasional Dag Hammarskjold (1981) di bidang diplomasi bagi para pemimpin dunia.
Hingga tanggal 6 November 1998, pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, Adam Malik ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/TK/1998.
Baca Juga: Kunjungi Papua Tengah kedua kalinya, Menko PMK Tinjau Penanganan Kekeringan
Editor: Redaktur TVRINews
