TVRINews, Jakarta
Hadir di ANTARA Heritage Center Jakarta, Menbud Fadli Zon buka pameran “My Wish, Our Wish” dan dorong Gedung ANTARA jadi Cagar Budaya Nasional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka pameran fotografi sejarah bertajuk “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta.
Pameran hasil kolaborasi antara Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA ini diselenggarakan sebagai ruang refleksi untuk menelusuri kembali perjalanan sejarah, perjuangan, serta cita-cita kemerdekaan melalui lensa fotografi dan arsip dokumenter.
Pameran ini digelar dalam rangka memperingati 150 tahun kelahiran Kim Koo, tokoh sentral dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Korea yang kiprah dan warisan dokumenternya telah diakui dalam program Memory of the World UNESCO.

Foto: TVRINews/HO-Kemenbud RI
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini karena dinilai berhasil mempertemukan elemen sejarah, seni fotografi, dan diplomasi kebudayaan, terlebih diselenggarakan dalam suasana menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Setiap bangsa tentu ingin bangsanya merdeka. Kim Koo seorang tokoh kemerdekaan dari Korea Selatan. Bagi kita, ada Bung Karno dan Bung Hatta, proklamator yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Kami mendukung kegiatan yang menggunakan arsip sejarah, termasuk foto-foto dan dokumen, manuskrip, bagian dari upaya terus mengingat masa lalu sebagai bagian memahami hari ini. Jika tidak ada berita dan penyebaran informasi, tidak ada bukti proklamasi," tutur Fadli Zon, dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026.
Makna Historis Lokasi dan Dorongan Status Cagar Budaya Nasional
Wakil Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Chung Hae-kwan, mengungkapkan bahwa pemilihan Gedung ANTARA sebagai lokasi pameran memiliki arti yang sangat mendalam. Gedung tersebut tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah pers dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga mempertemukan nilai-nilai historis perjuangan kemerdekaan antara bangsa Indonesia dan Korea.
"Meskipun Indonesia dan Korea memiliki tradisi serta warisan budaya yang berbeda, kedua bangsa berbagi satu kesamaan warisan sejarah yang sangat penting, yakni pergerakan dan proklamasi kemerdekaan. Saya berharap pameran ini dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda kita untuk belajar dan meneruskan semangat para pendahulu," ujar Chung Hae-kwan.
Menanggapi nilai historis bangunan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara khusus mendorong agar ANTARA Heritage Culture dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin pemeliharaan jangka panjang sekaligus melestarikan aset nasional yang memegang peranan krusial dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia pada masa lampau.
Kolaborasi Budaya Menuju Industri Kreatif
Pembukaan pameran ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Wakil Duta Besar Korsel Chung Hae-kwan, Direktur KCCI Lee Sang-Jun, Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar beserta jajaran direksi, serta para pejabat eselon di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus menjadi jembatan dalam mempererat kerja sama bilateral, khususnya antara Indonesia dan Korea Selatan.
"Kami juga berharap peluang kerja sama dengan KCCI dan Indonesia dengan Korea terus terjalin terutama di bidang budaya menuju Cultural Creative Industry," pungkasnya.
Pameran fotografi “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” terbuka untuk umum dan berlangsung dari tanggal 13 hingga 31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Melalui pameran ini, arsip dan dokumentasi sejarah dihadirkan sebagai medium edukatif untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada masyarakat luas.










