TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 31 gempa susulan terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,7. Pusat gempa berada di laut, pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 15 kilometer.
Menurut Suharyanto, dari 31 gempa susulan yang tercatat hingga pukul 15.00 WIB, terdapat sejumlah gempa dengan kekuatan signifikan.
Salah satunya gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi sekitar pukul 05.13 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Selain itu, tercatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,5 dan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 lainnya pada pagi hari.
Meski demikian, Suharyanto menyampaikan bahwa sejak pukul 07.00 WIB tidak lagi terjadi gempa susulan dengan kekuatan besar seperti yang terjadi pada pagi hari.
“Sejak pukul 07.00 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa yang magnitudonya besar,” kata Suharyanto dalam keterangan pers melalui zoom, Sabtu, 15 Agustus 2026.
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait tetap melakukan pemantauan serta penanganan terhadap dampak gempa. Data terkait kondisi wilayah dan dampak bencana masih terus diperbarui seiring proses asesmen di lapangan.










