TVRINews, Jakarta
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Yon Arsal, menegaskan penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu strategi utama untuk mendukung target Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Karena itu, LPDP akan memprioritaskan pemberian beasiswa di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Hal tersebut disampaikan Yon Arsal dalam Media Briefing bertajuk "Sinergi Media & LPDP: Menajamkan Arah Investasi Talenta Indonesia" sekaligus pembukaan Beasiswa LPDP Tahap II 2026 di Gedung Djuanda II, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Yon, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-17 ekonomi dunia. Pemerintah menargetkan Indonesia masuk empat atau lima besar ekonomi dunia pada saat Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor yang sangat menentukan.
"Indonesia saat ini berada di peringkat ke-17 ekonomi dunia. Target kita pada Indonesia Emas 2045 adalah masuk peringkat empat atau lima dunia. Untuk mencapai target itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama, dan LPDP ingin memberikan kontribusi nyata melalui pembangunan talenta unggul," ujar Yon dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pembiayaan beasiswa LPDP tidak menggunakan dana pokok dana abadi pendidikan, melainkan berasal dari hasil investasi dana tersebut. Dana pokok tetap dipertahankan dan dikelola agar menghasilkan imbal hasil yang optimal sehingga manfaatnya dapat terus berkelanjutan.
"Yang kita gunakan bukan dana abadinya. Dana pokok tetap dijaga dan diinvestasikan agar menghasilkan imbal hasil yang optimal. Semakin besar hasil investasinya, semakin banyak mahasiswa yang bisa kita biayai, semakin banyak riset yang dapat dilakukan, dan semakin luas pula dukungan terhadap program kebudayaan,"jelasnya.
Yon juga mengungkapkan bahwa LPDP telah mencatatkan pencapaian penting pada tahun ini dengan mengirimkan lebih dari 100 ribu penerima beasiswa melalui pendanaan LPDP maupun berbagai program kolaborasi.
"Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil melewati tonggak sejarah dengan mengirim lebih dari 100 ribu penerima beasiswa dari dana LPDP dan program kolaborasi,"lanjutnya.
Ke depan, LPDP akan semakin memfokuskan investasi pengembangan talenta pada bidang-bidang yang dibutuhkan Indonesia, khususnya STEM. Sekitar 80 persen kuota beasiswa akan dialokasikan untuk bidang tersebut, sementara 20 persen lainnya diberikan kepada bidang non-STEM.
"Kita melihat kebutuhan Indonesia ke depan sangat besar di bidang STEM. Karena itu sekitar 80 persen beasiswa akan kita arahkan ke STEM dan bidang-bidang terkait, sedangkan sekitar 20 persen untuk bidang non-STEM. Tujuannya agar Indonesia memiliki SDM yang mampu bersaing secara global dan mendukung target Indonesia Emas 2045," tutur Yon.










